<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memahami Dua Puluh Enam</title>
	<atom:link href="http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/</link>
	<description>Mimpi dan Cerita Sang Musafir Lusuh</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 12:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: aam</title>
		<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/comment-page-1/#comment-15774</link>
		<dc:creator>aam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 08:56:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=250#comment-15774</guid>
		<description>wak... miris kali aku liat kata2 awalnya. makin ke bawah, makin tak tebaca aku.
wakakakakak...

syudah lah.... masih banyak janda-janda ngembang yang bisa digoda.
khekhekhekhke....

tak kan habis putra di bumi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wak&#8230; miris kali aku liat kata2 awalnya. makin ke bawah, makin tak tebaca aku.<br />
wakakakakak&#8230;</p>
<p>syudah lah&#8230;. masih banyak janda-janda ngembang yang bisa digoda.<br />
khekhekhekhke&#8230;.</p>
<p>tak kan habis putra di bumi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ihwan</title>
		<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/comment-page-1/#comment-15768</link>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 19:08:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=250#comment-15768</guid>
		<description>Orang lain hanya bisa menilai, dan boleh jadi pertanyaan itu hanya selintas saja bukan benar-benar pertanyaan yg ingin mereka lontarkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang lain hanya bisa menilai, dan boleh jadi pertanyaan itu hanya selintas saja bukan benar-benar pertanyaan yg ingin mereka lontarkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: christin</title>
		<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/comment-page-1/#comment-15740</link>
		<dc:creator>christin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 18:51:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=250#comment-15740</guid>
		<description>Pada akhirnya yang menjalani ya kita sendiri. Saia belom 25 taun dan uda bosen banget diomongin kayak gitu. 

mari kembali merayakan kehidupan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada akhirnya yang menjalani ya kita sendiri. Saia belom 25 taun dan uda bosen banget diomongin kayak gitu. </p>
<p>mari kembali merayakan kehidupan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nopz</title>
		<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/comment-page-1/#comment-15730</link>
		<dc:creator>nopz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 13:55:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=250#comment-15730</guid>
		<description>setuju ma devishanty...
nah diriku..
dah cewe..
umur sekian pula..
heu...
mudah&quot;an kmu dapet naskah baru yg okz...
yg ga bikin terkonclang di akhir&quot; nya..
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju ma devishanty&#8230;<br />
nah diriku..<br />
dah cewe..<br />
umur sekian pula..<br />
heu&#8230;<br />
mudah&#8221;an kmu dapet naskah baru yg okz&#8230;<br />
yg ga bikin terkonclang di akhir&#8221; nya..<br />
 <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: devishanty</title>
		<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/comment-page-1/#comment-15728</link>
		<dc:creator>devishanty</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 11:10:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=250#comment-15728</guid>
		<description>menurut gw umur 26 masih muda kok put.. apalagi buat ukuran cowok.. santai ajalah kaya di pantai.. hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut gw umur 26 masih muda kok put.. apalagi buat ukuran cowok.. santai ajalah kaya di pantai.. hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: noegroho</title>
		<link>http://ipoet.net/sang-pemimpi-subuh/memahami-dua-puluh-enam/comment-page-1/#comment-15725</link>
		<dc:creator>noegroho</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 19:39:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=250#comment-15725</guid>
		<description>&quot;Dan kelak. di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatiamu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu...&quot;--Susanna Tamaro

Kita sama lah wak... tapi satu paragraf itu terus menghidupkanku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dan kelak. di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatiamu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu&#8230;&#8221;&#8211;Susanna Tamaro</p>
<p>Kita sama lah wak&#8230; tapi satu paragraf itu terus menghidupkanku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
