Dengan alasan apapun, seharusnya pemerintah tidak melakukan ekspos terhadap data pribadi warganya. Apalagi jika yang diekspos adalah data siswa –yang notabene masih remaja dan sangat muda. Ada banyak sekali kejahatan yang mungkin dilakukan terhadap seseorang, hanya dengan mengetahui informasi-informasi tertentu –yang seharusnya dirahasiakan.
Namun rupanya, hal semacam luput dari pemikiran Departemen Pendidikan Nasional. Dengan cerobohnya mereka mempublikasikan data pelajar SELURUH INDONESIA, lengkap dengan alamat dan keterangan lainnya. Tidakkah mereka mempertimbangkan probabilitas dan resiko dari kebijakan mereka itu.
Saya benar-benar terkejut, bahwa hanya dengan bermain sedikit logika pencarian di mesin pencari, data-data tersebut terpampang dengan sangat mudahnya. Dan terakhir saya cek, walaupun database tersebut sudah inaccessible melalui server diknas (mudah-mudahan memang sudah sengaja dihapus), tapi sudah terlanjur terindeks oleh mesin pencari.
I am writing this as an objection, on behalf of those parents whose kids were exposed. And as a request to Google Inc and any other related company, please remove those databases and chaches. We never know what those criminals could do out there.
Walaupun (dan saya yakin) bahwa pihak Diknas memiliki maksud yang baik untuk hal ini, tapi percayalah, akan lebih baik jika data-data semacam ini diberikan tingkat restriksi dan hanya digunakan oleh orang yang berwenang.
Dan tentunya seperti para blogger yang terlebih dahulu sudah menulis masalah ini, dan demi kebaikan bersama, saya tidak akan memberikan tautan yang dimaksud. Dan saya menyarankan jika Anda ingin menulis masalah ini (dan sebaiknya begitu), mohon juga merahasiakannya.
link terkait: