Ini keluh kesah lama yang terpendam di kepala tapi belum bisa dituliskan dengan baik, bahwa kata pembajakan seolah sudah mengalami ameliorasi kata. Pembajakan sudah menjadi hal yang “bisa dimengerti”.
Bagaimana tidak. Lapak-lapak jualan barang tidak resmi ini hampir bisa kita temukan di setiap tempat. Mulai dari taman, tempat berbelanja (baik kelas tradisional, menengah maupun mewah), di pinggiran jalan, dan seterusnya. Ironisnya, malah tak jarang kita bisa melihat lapak-lapak tersebut berdampingan dengan “damai” dengan kantor penegak hukum. Tanya kenapa?
Dan sebelumnya, mari kita jujur terhadap diri sendiri. Berapa banyak album dari ber-giga bita lagu yang tersimpan dalam media penyimpanan milik kita yang benar-benar kita beli? Apakah sampai seper-sepuluhnya?











