Putra Nasution

Blog Itu Bukan Mesin Penghasil Uang

Saya harus jujur, bahwa beberapa minggu ini hidup saya berjalan dengan plot maju-mundur, sambil mengalami percepatan dan perlambatan. Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan, dan semua menuntut untuk menjadi prioritas; antara komunitas, kuliah, teman, rejeki dan –yang paling penting– keluarga.

Pelan-pelan saya juga mulai menyadari, bahwa fungsi blog ini tidak lagi sama ketika pertama kali saya membuat blog di akhir tahun 2001/awal tahun 2002 (saya lupa kapan tepatnya, karena memang banyak sekali archive yang tidak terselamatkan dari masa lalu). Gaya bahasa sudah berubah, pemikiran yang dulu meloncat-loncat dan berapi-api sekarang harus sedikit di-rem, pembahasan yang dulu nggak jauh-jauh dari cinta sekarang sudah mulai berkurang, dst. Klise mungkin, tapi kesibukan, sangat terbatasnya akses internet disini, ditambah lagi gempuran situs social networks agaknya telah mengurangi kemampuan menulis dan berpikir saya yang penuh keterbatasan ini.

Ketika menjelajah blogosphere, saya menemukan sebuah artikel bagus yang ditulis oleh Dan Benjamin mengenai Personal Web. Iya, istilah ini mungkin sangat sering dipergunakan para era 2001 ketika pertama kali saya berkenalan dengan HTML. Ben juga menulis tentang pengaruh social networks terhadap blog.

Membaca tulisan Ben saya jadi punya bahan posting, namun mungkin agak berbeda sudut pandangnya. Berhubung saya juga sedang “membangun” sebuah komunitas blog di kampung halaman ini, saya ingin bercerita mengenai uneg-uneg yang sudah lama mengendap di kepala, yaitu soal blogging.

Read the rest of this entry »

Undangan Pernikahan…

Surat undangan itu...

Menikah adalah sebuah anugerah dan tahapan penting dalam kehidupan manusia. Dengan menikah, apalagi jika dijalani dengan niat untuk beribadah dan dengan penuh kasih sayang serta pengertian, seolah-olah pintu langit akan dibuka untuk mengucurkan rezeki kepada umat manusia.

Read the rest of this entry »

Pemilu dan “Setidaknya”

Pemilu 2009 sudah diambang mata. Terhitung 7 hari dari sekarang, rakyat Indonesia akan berpesta demokrasi. Selama beberapa minggu lewat, panggung politik nasional sudah lebih dahulu “panas” dengan manuver-manuver para petingginya.

Ada satu hal menarik yang sudah saya dengar beberapa kali mengenai pemilu. Salah satunya adalah menguraikan kata “pemilu” seperti halnya kata “pemukul”atau kata “pengantar”.

Kata “pemukul” sendiri dapat diartikan sebagai suatu alat untuk memukul, sebagaimana kata “pengantar” dapat berarti sebagai sebuah permulaan / media untuk mengantarkan sesuatu. Menjadi sedikit lucu karena kata “pemilu” sendiri adalah sebuah singkatan dari “Pemilihan Umum”, namun karena result-nya seringkali malah mengecewakan, kata itu dipelesetkan dan diartikan sebagai “alat / permulaan / media untuk memberikan rasa pilu”.

Memang, sejarah bangsa ini dalam hal keterwakilan rakyat sebagai salah satu ciri negara demokrasi lebih banyak menghasilkan kegagalan. Skandal suap, tindakan asusila, arogansi, sifat kekanak-kanakan yang berujung kepada baku hantam, dan masih banyak hal negatif lainnya sering mewakili pencitraan lembaga legislatif kita itu.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah hal itu sepenuhnya kesalahan para anggota dewan yang terhormat itu? Read the rest of this entry »

At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Categories

Flickr

111098654312

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

All content and design by Ilham Syahputra Nst - Copyright © 2001 - 2008