Thursday, July 17th, 2008
Minggu ini rasanya kepala mau pecah. Ada apa dengan para klien dan hasrat mereka untuk menyiksa? Mengapa seringnya merusak timeline yang sudah ditentukan dengan penundaan yang entah dikarenakan apa. Dan kini, ketika saya sedang berada di luar kota, sedang longtrip menjelajahi daerah tapanuli –yang merupakan daerah kurang beradaptasi dengan teknologi– semua meminta diprioritaskan?
Alhasil, jadilah saya harus membagi otak ini agar bisa tetap kreatif dan fokus menjaga ritme deadline paksaan diantara agenda-agenda yang memang tidak bisa diundur lagi, belum termasuk dengan proyek-proyek pribadi yang juga harus secepatnya diselesaikan, sambil meng-organize para co-worker secara remote, dan berusaha untuk bisa tidur setidaknya 4 jam sehari. And above all that, saya harus balapan dengan koneksi internet seperti keong sedang sakit perut.
Maksud hati hendak menjernihkan kepala, apa lacur kenyataan yang terjadi malah sebaliknya. Arrggghhh…
(more…)
Posted in Uncategorized | 9 Comments »
Saturday, May 24th, 2008
Berbulan-bulan sudah saya tidak merasakan kegelisahan. Perasaan itu sudah saya kubur lama, jauh-jauh, di kerak bumi paling dalam sana. Pergi, dan menghilanglah! Begitu mantra saktinya. Masalah datang dan pergi, dan saya tahu itu adalah makanan manusia paling utama, melebihi pangan lainnya. Tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah. Tidak ada.
Berkali-kali juga sudah teman datang dan pergi. Friends come and go, begitu katanya. Saya yakin itu. Tidak ada pertemuan tanpa perpisahan. Tidak ada kebahagiaan yang tidak berakhir. Dan seterusnya, dan seterusnya. Iya, haqqul yaqin.
(more…)
Posted in Uncategorized | 22 Comments »
Wednesday, May 7th, 2008
Sebagai seorang yang berdarah melayu deli, sejak kecil pun saya sudah terbiasa mendengarkan lagu melayu. Sebut lah salah satunya Puteh Ramlee yang sampai sekarang pun saya masih suka sekali menonton film dan mendengarkan lagu-lagunya. Sedari kecil pula saya senang sekali menonton siaran TV3 dan TV1 yang memang tertangkap dengan bersih di TV rumah saya. Titian muhibah tentunya tidak akan saya lewatkan.
Tetapi, rasanya belakangan ini isu Indonesia - Malaysia semakin memanas. Sudah berapa kali kita bermasalah dengan malaysia? Sering sekali ya memang. Dari masalah kecil-kecilan, sampe mau diserang dan perang. Dari cuma sekedar flaming di internet, sampai mau mengirimkan bala tentara. Dari masalah perbatasan negara, sampai Blok Ambalat. Aduh
Yang paling saya sedihkan adalah, mereka menyebut kita “indon”, lantas kita pun menyebut mereka “malingsia”. Julukan terakhir benar-benar berkibar setelah kejadian lagu “Rasa sayange” yang diakuisisi secara semena-mena.
Beberapa hari yang lalu hangat kembali di salah satu media tentang lagu “Bintang Kejora” dan “Abang Tukang Bakso” yang diberi sentuhan baru –begitu menurut pengakuan pencipta lagu Aspalela yang memang meniru dua lagu sebelumnya. Selain itu, cobalah bermain-main ke situs resmi pariwisata mereka, maka kita beberapa kali akan merasa dejavu.
(more…)
Posted in Uncategorized | 8 Comments »