Dua Puluh Enam
Monday, June 29th, 2009
Terima kasih semuanya, I love you all! =)
Pemilu 2009 sudah diambang mata. Terhitung 7 hari dari sekarang, rakyat Indonesia akan berpesta demokrasi. Selama beberapa minggu lewat, panggung politik nasional sudah lebih dahulu “panas” dengan manuver-manuver para petingginya.
Ada satu hal menarik yang sudah saya dengar beberapa kali mengenai pemilu. Salah satunya adalah menguraikan kata “pemilu” seperti halnya kata “pemukul”atau kata “pengantar”.
Kata “pemukul” sendiri dapat diartikan sebagai suatu alat untuk memukul, sebagaimana kata “pengantar” dapat berarti sebagai sebuah permulaan / media untuk mengantarkan sesuatu. Menjadi sedikit lucu karena kata “pemilu” sendiri adalah sebuah singkatan dari “Pemilihan Umum”, namun karena result-nya seringkali malah mengecewakan, kata itu dipelesetkan dan diartikan sebagai “alat / permulaan / media untuk memberikan rasa pilu”.
Memang, sejarah bangsa ini dalam hal keterwakilan rakyat sebagai salah satu ciri negara demokrasi lebih banyak menghasilkan kegagalan. Skandal suap, tindakan asusila, arogansi, sifat kekanak-kanakan yang berujung kepada baku hantam, dan masih banyak hal negatif lainnya sering mewakili pencitraan lembaga legislatif kita itu.
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah hal itu sepenuhnya kesalahan para anggota dewan yang terhormat itu? (more…)
Di suatu malam yang ramai bersama teman-teman dan bergelas-gelas es teh manis, masuklah telepon itu. Ragu hati ingin menjawab, tetapi tak sampai hati juga setelah berbelas-kali teleponnya tak saya acuhkan.
Terjadilah percakapan itu, dimana dia bertanya, dan saya menjelaskan. Menjelaskan bahwa saya tidak suka jika ia bersikap seperti yang sudah-sudah, dan walaupun saya sangat-sangat suka kepadanya, saya tidak akan melanggar prinsip saya (kalimat terakhir tentu hanya tertahan di tenggorokan dan tak terucap).
Lalu ia berkata, “kok rambutnya dipotong pendek, sih? Bagusan kalau gondrong…”
Satu kalimat, dan saya pun kembali terjerembab. Tersungkur, dan kembali curi-curi pandang melihat dia dari kejauhan. Terkesima, dan tergagap ketika dia datang mendekat di keesokan hari dan setelahnya.
Mungkin benar kata orang bijak, when it comes to love, everybody is an idiot…
My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.
Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)
| Blog: |
| The Dreamer and the Poet |
Topics: |
| love, live, passion |