Friday, September 15th, 2006
Teman-temanku; kalian yang ketika aku kedinginan dan tak punya tempat untuk berteduh, bersedia membuka pintu kamar kalian walaupun dengan wajah lusuh.. atau kalian yang ketika aku kelaparan bersedia membagi sebungkus nasi walaupun mungkin itu adalah jatah makan kalian yang terakhir… dan kalian yang dulu pernah menyambut aku dengan tangan terbuka ketika aku tak kenal siapapun saat berpindah dari lain kota…
Dengarkanlah, dan pahamilah…
Bahwa ketika kita berselisih paham, itu sebetulnya lebih menyakitkan daripada ketika aku kehilangan cinta yang bahkan sudah aku pendam bertahun lamanya…
Lalu, ketika aku memilih untuk pergi dari kalian, itu bukan karena kita tidak bersahabat lagi, tapi karena aku takut akan semakin besar jurang masalah yang timbul di kemudian hari…
(more…)
Posted in a story of... | 16 Comments »
Friday, July 28th, 2006
As I looked back at my surreality life, it turned out that my jokes, that a hiper-surreality love story is all I have, was right. Blah…
Nevermind my last post, I was so angry and dissapponted that time. I shouldn’t wrote things like that just because got cheated, right?
And I’m fine.. juuust fine, thanks for asking. I’m in a mint condition, my heart will be refurbished in the near time, and I am so happy that finally somebody that I love with all my heart hurt me again. Thanks God! And yes, I am lying.
A good friend of mine said, that I am a sado-masochist. Maybe it is true. I always think that I am a risk taker –just like my fellow succesfull friends– in all things, including love. Tapi mungkin, batas antara risk taker dan sado-masochist itu tipis ya?
Dan yaah, mau tak mau, memang seminggu ini saya tenggelam (atau lebih tepatnya menenggelamkan diri) dalam lagu-lagu mellow menyayat hati. Dashboard confessional adalah pisaunya, early november adalah garamnya, morissey adalah jeruk nipisnya, angels and airwaves adalah penutupnya… tentunya tambahkan glenn fedly dan nidji disana, hehe…
(more…)
Posted in a story of... | 33 Comments »
Wednesday, March 15th, 2006
dan lalu akan kurindukan engkau dengan biasa saja,
sebagaimana pendosa yang merindukan syurga…

kutatap bintang dilangit,
kucari senyum manismu..
kuharapkan kau disini,
mengisi malam sepiku
++ bridge:
oh dinda dengarkan, lagu rindu untukmu..
kucari bintang dilangit,
tak kutemukan dirimu..
kuharapkan kau disini,
tuk peluk aku, redakan letihku..
++ bridge:
kukemasi sayapku, kuhentakkan kakiku
melayang terbang tinggi..
tunggulah kudatang, tuk berikan hatiku
inginku milikimu..
++ reffrain:
akulah cinta yang gelisahkan hatimu
kau rindukanlah aku…
(rindukanlah aku, luvme)
Posted in a story of... | 33 Comments »