Thursday, June 4th, 2009

Aku memang tak berarti, tapi bukan berarti aku mati. Walaupun aku hanya remah-remah kecil dunia diantara keangkuhan dan megahnya istana kalian, tapi aku masih sanggup berdiri tegak dengan penuh percaya diri.
Oh, sudah gilakah dunia ini? Tertutupkah mata hati sehingga tak lagi bisa mengerti?
Sebait kata aku teriakkan samar, ungkapan kegelisahan dan dorongan saraf yang membengkak di badan. Sebait kejujuran dalam huruf dan spasi yang kemudian aku mereka adili.
Oh, salahkah hati kecil ini kalau merasa tersakiti? Tak ada kah lagi ruang untuk berbicara jujur tanpa harus dibui?
Terasing aku diantara ramainya hiruk-pikuk ketidakadilan, merangkak dengan letih dan terseok demi menghentikan tangis anakku yang ingin disusui.
(Sebuah dedikasi untuk Ibu Prita Mulyasari. Jangan takut, kami tidak tuli, bu…)
Posted in a story of... | 3 Comments »
Friday, February 13th, 2009
Ini cerita mengenai sebuah makanan khas dari kota Medan yang bernama Bika Ambon. Walaupun diberi nama Bika Ambon, tapi makanan ini sama sekali tidak berasal dari Ambon.

Semua pasti tahu soal kue ini, atau minimal pernah mendengar namanya. Dulu pun ketika saya masih merantau, setiap kali selesai mudik pasti akan ada teman saya yang bertanya soal kontroversi nama kue ini, dan saya sudah jelaskan kepada mereka. Namun karena di TV ada anak pintar yang bertanya mengapa oleh-oleh khas Medan ini disebut Bika Ambon, maka baiklah saya akan bercerita, demi tanggung jawab saya sebagai anak daerah
(more…)
Posted in a story of..., i-learning | 27 Comments »
Thursday, January 8th, 2009
Familiar enough with this picture?

Will their meetings affect and there will be peace Gaza? Do we really hope those UN meetings will save Palestine’s civillians? At least those childrens and women? You think?
I’m sorry, but I’d rather say that UN stands for Useless Negotiations. Since when does bureaucracy can be effectively done instantly? Palestine need an urgent response, that killing field should be cleared immediately. I may be naive, but I don’t believe that threating and shooting kids and women is permissively accepted, in any circumstances.

Maybe, it would be better if UN is leaded by these children. At least, they know what’s right and what’s wrong.

At least, they have the guts to protest those evils. They didn’t think about fancy cars, nice condo, or millions of dollars savings in swiss bank. They realize that happiness’ got nothing to do with money or billions of barrells of crude oil.
At least, they believe in humanity…
Posted in a story of... | 11 Comments »