
Menikah adalah sebuah anugerah dan tahapan penting dalam kehidupan manusia. Dengan menikah, apalagi jika dijalani dengan niat untuk beribadah dan dengan penuh kasih sayang serta pengertian, seolah-olah pintu langit akan dibuka untuk mengucurkan rezeki kepada umat manusia.
Tapi belum, saya belum akan menikah. Tepatnya mungkin, setelah menghadapi gempuran usia rentan pertanyaan sejenis –saat hampir semua teman sudah menikah, atau akan menikah– saya hanya bisa menjawab, “ya doakan saja…”
Kenapa didoakan saja? Ya harus bagaimana lagi? Itu saya sudah siapkan undangannya, waktunya pun sudah ada, tinggal mengisi nama mempelai wanitanya saja, hehe.
Di antara banyaknya undangan yang saya perhatikan, timbul satu pertanyaan, dan tidak ada maksud iri atau sejenisnya. Tapi apa iya memang harus dicantumkan gitu gelarnya di undangan? Kok kesannya kurang tepat ya pemakaian gelar itu –yang seharusnya dipakai hanya pada tempat dan waktu yang relevan.
Belum lagi embel-embel “diharapkan tidak memberikan hadiah berupa kado atau karangan bunga” ?
Saya mengerti tentang bagaimana bahagia dan bangganya para mempelai tersebut. Jadi ini sekedar bertanya-tanya, ini niatnya mau beribadah, atau mau pamer-pameran (atau lebih buruk lagi ajang investasi)?
Just my two cents =)












April 17th, 2009 at 1:02 am
putra nasution baskom!!!!
April 17th, 2009 at 1:26 am
orang gila!!!!
April 17th, 2009 at 7:21 am
pamali bang langsung nentuin tanggal sebelum ketemu jodoh!
btw, disain undangannya bagus juga.. boleh nih entar minta tolong pake harga temen ;;)
April 17th, 2009 at 12:27 pm
soal sumbang-an, ada satu tempat (dan itu di desa, bukan di kota), malah lbh sableng lagi. ada yg begitu tamu dtg dan kasi amplop, lgsg dibuka dan dibacakan dr siapa jumlah nominal berapa. *baca dari koran lokal*
masih soal sumbang-an, kebiasaannya hampir sama nyebelinnya dg yg saya sebut d atas, tp agak lebih halus. jadi, penyumbang tsb dicatat oleh yg punya gawe, berapa besar dia nyumbang. kelak, kalo si penyumbang ada acara, maka akan dibalas sejumlah nominal yang sama.
itu saya dapet ga cuma dari koran lokal, tp juga cerita2 dr temen2. ada yg di jawa, ada yg di sumatra. dan umumnya malah di desa2.
yeah, desa gt lohh, yg katanya masih relatif bersih dr unsur metarialisme. eh ternyata….. *palmface*
soal nikah???
buat gw mah, najong bgt kl nikah krn desakan orang lain palagi masyarakat. im single and very happy
*bia tepe-tepe sepuas hati*
April 17th, 2009 at 1:37 pm
@Nona Nieke:
Eh, itu sih desain ngasal, hehe.
But I’d love to help my friends’ wedding, jadi bilang aja kalo emang perlu
@meong:
Iya, di adat padang juga ada namanya badoncek, ya semacam mengumumkan jumlah “sumbangan” itu.. tapi itu antara keluarga saja..
Aku juga pernah dengar soal arisan pernikahan itu, jadi mereka menerapkan konsep what goes around, comes around kan? (lol)
Sebuah pernikahan harusnya sakral, dan gak perlu macam-macam. IMHO, yang penting kan niat beribadahnya, jadi kalo besar pasak dari tiang malah menyalahi tujuan awal kayaknya.
April 17th, 2009 at 1:39 pm
kirain merid beneran…kaing kaing…
April 17th, 2009 at 10:46 pm
kebetulan di desaku masi kayak gitu tuh. what goes around comes around. dan besarnya sumbangan itu menunjukkan tingkat seseorang di masyarakat.
jadi brapa bang kalo minta dibuatin desain undangan?
*macem yang uda ada calonnya aja*
salam kenal ya btw, makasi uda mampir di blogku,
April 18th, 2009 at 4:46 pm
is pertamaxxx mkunjunga pertama gan salam kenal gan
April 19th, 2009 at 11:52 am
i’am
April 19th, 2009 at 11:54 am
pleased ticket pesawatnya untuk 6 orang
April 19th, 2009 at 1:33 pm
Menikah untuk ibadah yang sebenarnya perlu digalakkan, karena dari pengamatan saya mulai merebak kasus nikah karena free5ek, mba dan nafsu. Yang akhirnya mereka mengalami situasi negatif dalam pernikahannya.
April 20th, 2009 at 11:33 am
Butuh mak comblang?
April 20th, 2009 at 2:50 pm
WAH KALAU AKU APA ADANYA SAJA NANTI UNDANGAN NYA HEHEHHE……..
salam persahabatan
April 21st, 2009 at 8:20 am
*ngoreksi draft undangan* biar ga keliatan sombong karena nampilkan gelar meskipun cuman satu doank gelar nya
April 21st, 2009 at 3:33 pm
kasian yaaaa, hihihihihih…
April 22nd, 2009 at 11:24 pm
hihihi..kebelet ya bro..
April 23rd, 2009 at 11:45 am
wah, kutunggu tanggal mainnya wak!
April 25th, 2009 at 3:38 pm
mantap tuch desainnya, saya bole pesan nda buat
tanggal 09-09-09 jam 09 lewat 09 gitu
bole khan???
April 27th, 2009 at 11:56 am
sabaaarrr….saabaaaaaarrrr, hihihi
April 27th, 2009 at 1:31 pm
omith:
Aku pikir juga begitu (?) :))
christin:
Ya, aku juga tau ada beberapa yang begitu disini, malah buat perkumpulan segala. Hmm..
Bet:
Yak, jangan lupa GRP-nya ya gan :))
Pututik:
Perlu digalakkan, tapi bukan berarti harus dipaksakan
Menurutku tanggungjawabnya itu paling penting. Bukan persoalan materi, tapi persoalan tanggungjawab suami istri dalam menjalani hidup *halah sok ngerti*
Ina:
Ada stok? Boleh boleh.. Hahaha..
kezedot:
Iya, semampunya saja lah
agus:
Haha, gak perlu segitunya juga gus
cimot:
Iya, kesian bu.. kesian pak.. belum mampu beli blekberi.. sumbangannya pak.. sumbangannya bu..
mata hati:
Kebelet sih nggak teh, biasa aja sih. Pingin, tapi gak maksa
Ronald Rianda:
Tanggal berapa mainnya wak? :p
reallylife:
Boleh boleh.. tapi jangan tanggal 10/10/10 - 10:10 ya bro :))
windi:
*membekap mulut si kakak*
April 28th, 2009 at 4:37 pm
begh … undangan tanpa perasaan ya..
April 30th, 2009 at 1:27 pm
Udah ada yang ngisi belom nih?
May 1st, 2009 at 2:25 am
Dan mereka menikah
May 3rd, 2009 at 10:02 am
bersyukur bangeds, saya tidak ikut-ikutan trend kartu undangan seperti yang disebutkan diatas. tanpa gelar, tanpa logo celengan, tanpa foto prewedd. Cukup karikatur kami berdua. :p
May 3rd, 2009 at 3:04 pm
two thumbs up!!
walaupun undangannya agak2 model lama..
hahahaha… atau 2010.. tren-nya bakal balik lagi ya?
May 3rd, 2009 at 3:30 pm
semua punya alasannya masing-masing, mas
ok
May 5th, 2009 at 4:15 pm
kirain km nikah pak.
May 6th, 2009 at 9:00 am
Boleh nulis namaku gak disana? iya..iya…di kolom yang kosong itu…hehehehehehehe….
Salam Kenal Putra…:)
May 8th, 2009 at 5:32 pm
wuueeee…. muke gile luu…
hahahaha… masak para undangan harus nentuin sang jodoh…
harus ada minimal harga kadonya lagi…. ihhhh….