Banyak orang terperangkap dalam masa lalu, disadari atau tidak. Hal-hal dari masa lalu ini seringnya masih terbawa-bawa dan terus diungkit-ungkit.
Paling tidak, hal ini berlaku untuk Israel dan bangsa Yahudi. Peristiwa Holocaust dan 6 juta orang yang meninggal dalam genosida yang dipimpin oleh Hitler selalu menjadi tameng mereka. Saya bukan seorang yang anti-semit, tapi terus terang, saya tidak percaya dengan peristiwa Holocaust yang mereka gadang-gadangkan.
Membahas masalah ini sendiri sama seperti mengurai benang kusut yang tak jelas ujung pangkalnya. Tapi satu hal yang dapat menjadi pemahaman, bahwa sebagian kaum Yahudi masih menunggu janji Tuhan atas Tanah Yang Dijanjikan untuk mereka, ketika mereka memutuskan untuk keluar dari Mesir dan mengikuti Musa AS. Sedangkan sebagian lainnya, memanfaatkan dogma turun-temurun tersebut sebagai pendukung dari pergerakan politiknya; yang kemudian kita kenal dengan Zionisme.
Zionisme sendiri tidak berkembang dan dijadikan bahan tertawaan ketika dicetuskan pertama kali oleh Theodor Herzl, namun setelah ditulis secara resmi dalam bukunya “Der Judenstaat”pada tahun 1896, dan dikongkritkan pada tahun 1897 dalam kongres di Bassel tahun 1897, paham ini terus berkembang. Hal ini dikarenakan, poin-poin Zionisme menggunakan dogma agama Yahudi, sehingga selain sebagai pergerakan politis, gerakan ini dapat diterima secara teologis.
Adalah sebuah hal yang harus dimengerti mengapa pergolakan politik di Palestina mencapai titik seperti saat ini. Setelah sejarah yang beribu tahun (semenjak pertama kali Nabi Musa memimpin kaum ini bereksodus dari Mesir), telah terjadi banyak sekali permasalahan.
Namun satu hal yang pasti, upaya mereka untuk mengambil alih Masjid Al-Aqsa dan upaya mereka mengambil alih seluruh wilayah Palestina sudah terlihat ngotot dan tidak perduli terhadap gunjingan dunia internasional lagi. Meskipun PBB sudah mengeluarkan berbagai macam resolusi untuk melindungi kota Yerussalem dan terutama Masjid Al-Aqsa, tampaknya resolusi semacam ini cuma dianggap angin lalu oleh Israel, sama seperti pengendara motor yang menganggap ringan peraturan di jalan raya kalau tidak ada polisi.
Tahun baru 1430 Hijriah dan 2009 Masehi diwarnai dengan brutalnya tindakan Israel dalam menggempur Palestina, terutama jalur Gaza. Dunia internasional bukannya tidak merespon, tapi lagi-lagi Israel tidak perduli. Mungkin memang hanya laskar FPI yang bisa menghadapi keras kepalanya mereka itu.
Harapan saya di tahun baru ini tidak terlalu muluk-muluk, selain permintaan dan resolusi untuk diri sendiri, saya–dan pastinya puluhan juta ummat manusia di muka bumi ini–hanya berharap bahwa Palestina dilindungi dari kezaliman semacamnya, bahwa Obama tidak akan mengulangi kebodohan Bush (walaupun di depan kongres Yahudi dia mengakui keberadaan Israel), dan tentunya perang di Palestina akan berakhir.
Harapan yang terlalu muluk-muluk? Mungkin saja…












January 2nd, 2009 at 4:29 pm
Sebuah harapan jika di ungkapkan dengan tulus biasanya terwujud … amiinn
Selamat Tahun baru 1430 H dan 2009 M
January 2nd, 2009 at 5:04 pm
amin
January 2nd, 2009 at 11:56 pm
hahaha.. bahkan sang kakak aseli-pun masih bingung kenapa israel nyari ribut-ribut, padahal dia selalu ngerti apa yang terjadi, dan jawabannya ternyata nggak jauh-jauh dari depan mata dan nggak ribet pake bahasa inggeris
trimakasih atas info-nya :->
dan hey, harapan bukannya selalu muluk ?
though, no matter how we fight the war, there’s always one, it’s friggin’ 2009 and still those people thinking about making a war considered as a solution. welcome to the “happy new year” when all that’s happening is being repeated over centuries. Same shit, different digits.
there will be a war against mars someday, if there is any creatures there and they resist, don’t you think ? even google had a satellite on mars, what do they will do next, if not invade it, huh ?
just hope that someone who rule strong countries will go a brain. that’ll do.
January 3rd, 2009 at 3:59 pm
Hm…jadi harapan besar itu ada pada pundak Obama?
saya sendiri masih kurang yakin, entah kenapa.
too much expectation to higher disappointed
January 3rd, 2009 at 4:04 pm
Selamat tahun baru Putra
semoga semua harapan tercapai. amin..
January 4th, 2009 at 11:13 pm
itu dua negara, dari jaman Alkitab sampe skarang masih ajah tempur, gak akur-akur. Dan akupun selalu berharap agar mereka damai.
met tahun baru yah poet, smoga apa yg kau inginkan tercapai!
January 6th, 2009 at 7:12 pm
mereka tuh apa g capek ya perang mulu. apa g kasian ma anak2nya. sigh