Putra Nasution

Tidak Adil

Negara ini tidak adil kepada para pejabat; karena ketika rakyat sedang berjuang dan berikhtiar dalam menghidupi diri dengan sederhana dan kondisi ekonomi yang morat-marit, para pejabat diharuskan untuk menikmati segala fasilitas mewah sesuai dengan amanat undang-undang. Padahal, sejak awal mereka sudah berjanji, bahwa mereka akan melayani rakyat. Bukankah tidak adil apabila mereka tidak boleh melaksanakan janji mereka karena dibatasi oleh protokol?

Apa kata dunia, kalau pelayan hidupnya jauh lebih mewah dari tuannya?

Negara ini juga tidak adil kepada para wakil rakyat; karena saat rakyat diterpa bencana kelaparan dan banjir dimana-mana sehingga harus hidup di pengungsian, para wakil rakyat dipaksa untuk menerima kantor baru mereka yang sedang direnovasi dengan biaya puluhan Milyar. Padahal, ketika mereka belum dipilih, mereka sudah berikrar bahwa mereka akan menjadi penyambung lidah rakyat. Bukankah tidak adil jika mereka terpaksa menunda masalah mikro karena mereka terpaksa untuk melakukan lobi politik di tempat mewah?

Apa kata dunia, kalau penyambung lidah rakyat hanya membela segelintir orang?

Negara ini juga tidak adil kepada para calon wakil rakyat; karena di iklim keterbatasan seperti saat ini mereka harus mengeluarkan uang ratusan juta Rupiah untuk berkampanye dan menghibur konstituennya dengan dagelan. Padahal, semua orang tahu bahwa mereka sangat ingin mendengarkan suara hati rakyat. Bagaimana bisa mereka mendengar suara rakyat yang lemah karena kelaparan, sedangkan suara musik dangdut dan goyangan erotis memekakkan telinga dan menutupi mata?

Apa kata dunia, kalau kita lupa makan karena terlalu banyak hiburan?

Negara ini juga tidak adil kepada para aparat negara; karena seringnya untuk masuk dan diterima di sekolahnya harus menjual tanah dan harta orangtuanya. Padahal, gaji yang akan mereka dapatkan sama sekali tidak berimbang dengan penghasilan perbulannya jika seandainya uang tersebut digunakan untuk berwirausaha. Bukankah tidak adil jika mereka harus melindungi dan melayani rakyat saat keluarga mereka menjerit dengan segala kebutuhan yang ada?

Apa kata dunia, kalau yang harusnya dilindungi malah terpaksa ditindas?

Negara ini juga tidak adil kepada para abdi negara; karena mereka pun terpaksa mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk dapat diterima bekerja, dan kemudian terperangkap dalam lingkaran setan birokrasi. Padahal, untuk pengurusan berkas dan kepentingan masyarakat harusnya tidak memakan waktu lama. Bukankah tidak adil jika mereka terpaksa menunda pekerjaan mereka dan tidak berada di kantor pada jam kerja untuk menutupi kemirisan hatinya dan menunggu urusan tersebut selesai dari meja sebelum mereka?

Apa kata dunia, kalau mereka tidak bisa menolong orang yang harusnya sudah masuk ke rumah sakit hanya tertunda di meja sebelumnya hanya karena uang “administrasi”?

Negara ini pun tidak adil kepada dirinya sendiri; karena terpaksa menunggu investor asing dulu masuk untuk mengurangi pengangguran dan menaikkan kesejahteraan rakyatnya. Padahal, negara ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa banyak dan sumber daya manusia yang tidak main-main. Bukankah tidak adil jika sumber daya alamnya hanya boleh dieksplorasi oleh asing, dan para jenius di negara ini memilih bekerja di luar negeri karena tidak dihargai dengan pantas di tanah kelahirannya?

Apa kata dunia, kalau yang tersisa dari negara ini hanya kebanggaan dan sumber daya alam yang sudah kering?

Harusnya negara ini bisa menjamin agar para pejabatnya melayani rakyat dengan baik, para wakil rakyatnya dapat membahas urusan kemiskinan, para calon wakil rakyatnya bisa masuk ke kancah politik tanpa budget iklan yang fantastis, para aparatnya dapat melayani dan melindungi tanpa harus menindas, para abdinya dapat bekerja dengan maksimal tanpa harus ditunda-tunda, dan yang paling penting dapat mensejahterakan dan menggunakan sumber daya yang ada untuk dan hanya untuk kesejahteraan rakyat.

Kapan waktunya, ibu pertiwi tidak harus menangis lagi dan dapat tersenyum bahagia?



6 Dreams about “Tidak Adil”

  1. venus Says:

    Life’s so unfair, dear. Let’s just face this shit, atau kita semua akan meledak dalam kemarahan.

  2. arifandi Says:

    Put, kapan kita kalau gitu terjun bareng di politik dan jadi pejabat. Biar kita berkorban dikit kena ketidak adilan hiihihih

  3. abi Says:

    imho : kalo jaman dulu emang buat kerja nya mesti bayar, tapi sudah tiga tahun lima tahun belakangan ini buat kerja udah ga perlu bayar-bayar lagi
    cmiiw
    hanya itu yang saya paham benar, jadi untuk yang saya tidak yakin maka tidak saya komentari

  4. Nike Says:

    Emang gitu Put… dunia kan emang terkadang tidak adil…

    *sambil nyanyi… apa kata dunia…*

  5. escoret Says:

    ga selamanya yg di perjuangkan itu hanya sebatas adail dan ndak adil….

    so,nikmati aja….

  6. pudakonline Says:

    ada yang bilang, lingkungan adalah stimulus terbesar

    lalu mereka rame-rame menyalahkan lingkungan,
    heran dan nyesel, akhirnya ya.. mengibarkan bendera putih


Tell me your dream..

 



At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Categories

Flickr

111098654312

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

All content and design by Ilham Syahputra Nst - Copyright © 2001 - 2008