Saya sadar, bahwa beberapa hari yang lalu adalah Hari Blogger Nasional. Bukan karena saya tidak datang ke acara setahun lalu tersebut, lantas saya melupakan hari itu begitu saja. Saya ingat, dan saya menanamkan hari tersebut di dalam hati. Hehehe.
Lantas, kenapa saya tidak membuat tulisan terkait mengenai hari besar tersebut? Yah, secara gampangnya, saya terlalu disita kesibukan dan ke-autis-an saya sendiri. Jadi, baiklah kali ini saya coba untuk mengurai dan menyoal kembali masalah blog ini.
Hal pertama yang sangat ingin saya bahas adalah, mengenai perubahan. Iya, jaman dulu ketika pertama saya membuat blog (kurang lebih akhir 2001), blogosphere rata-rata diisi oleh orang-orang yang memiliki ketertarikan dengan internet dan web development. Belum ada jargon Web 2.0, belum ada Adsense, belum ada gerakan dan kampanye, dlsb. Hal ini juga yang mungkin membentuk karakter blog saya.
Saya tidak merasa tersingkir di tengah perkembangan dan perubahan serta motivasi orang untuk ngeblog, saya rasa itu sah-sah saja lah. Tapi sah juga dong jika saya tidak ingin “berjualan” di blog saya? Saya ngeblog untuk diri saya sendiri, bukan –atau mungkin tepatnya, belum– karena uang.
Saya juga teringat akan protes beberapa orang bahwa membaca blog saya tidak memberikan informasi yang penting laiknya blog lainnya. Tidak ada tutorial IT, tidak juga berita-berita yang sedang hangat dibicarakan.
Mengapa? Ya, karena saya memang tidak ingin saja. Ini masalah motivasi kan? Saya hanya orang yang tidak terlalu bisa berbagi hal-hal seperti itu di tempat ini, tapi bukan berarti saya tidak ingin berbagi ilmu. Sebisa mungkin saya tetap menjawab pertanyaan-pertanyaan di milis, email dan offline discussion. Dan saya juga bukan orang yang terlalu bisa mengajar dengan baik.
Lalu muncul pertanyaan mengapa blog ini terlalu menye-menye. Kalau ingin dijawab dengan cepat dan kejam, sederhana saja, ya karena ini blog saya. Saya bebas untuk menulis apapun yang saya mau, tanpa harus mengikuti gaya ngeblog orang lain.
Namun, kalau ingin tahu alasan sebenarnya, itu karena saya ini seorang pelupa. Jadi, saya memfungsikan blog ini sebagai catatan historis saya, untuk kemudian saya baca-baca di kemudian hari. Jika ada yang merasa senang dan terinspirasi, alhamdulillah ya itu bonus. Kalau tidak, ya, seperti kata Om Sony dan Kang Yudha, bahwa saya ngeblog ya untuk dan karena diri sendiri, bukan untuk orang lain.
Dan selain itu, ya memang karena saya ini orang yang sentimentil.
Kemudian, mengenai manfaat. Sekali lagi, manfaat ngeblog itu menurut saya hasilnya berbeda-beda, sesuai dengan motivasinya. Kalau motivasinya adalah untuk membuat MFA, ya dapatnya itu. Kalau motivasinya adalah untuk menjadi terkenal dan diakui, ya dapatnya juga itu. Tidak ada yang salah dengan itu, bebas-bebas saja lah.
Sedangkan untuk saya sendiri, ngeblog adalah sarana pengenalan; untuk diri sendiri dan untuk teman-teman lain yang sepemikiran. Karena, terus terang saya ini bukan orang yang terlalu ekspresif di dunia nyata. Saya cenderung lebih suka, emm, autis sendiri
Nah, kembali lagi soal manfaat. Kalau ada pertanyaan manfaat yang saya dapat dari blog, ya boleh dibilang hampir semua yang penting dalam hidup saya. Pekerjaan, pertemanan, persaudaraan, percintaan, dst. Ini tidak mudah untuk saya jelaskan dengan kata-kata, tapi kalau pernah mengalami, mungkin mengerti apa yang saya maksudkan di atas.
Seringkali, ini sudah bukan masalah online atau offline lagi. Banyak sekali dari teman-teman lama saya malah sudah pensiun dan hilang tak tentu rimba di jagad internet. Tapi, pertemanan tidak diukur dengan SEO kan? Blogroll itu hanya pemanis, link itu hanya samaran, tapi nama yang sebenarnya ada di hati ini. Yah, sekali lagi, saya ini orang yang sentimentil
Saya juga menulis di friendster saya, bahwa saya orang yang memporsikan kehidupan maya dan nyata pada kuantitas yang (hampir) sama. Karena kenyataannya, banyak dari teman yang saya anggap penting malah belum pernah saya temui sama sekali. Kalau boleh agak OOT; perumpamaannya, maka menurut saya nongkrong bareng di warung kopi ternama dan berceloteh di plurk atau twitter itu hampir sama saja nilainya.
Jadi, walaupun saya tidak bisa datang ke acara Pesta Blogger 2008, sama sekali tidak berarti saya melupakan pentingnya gathering. Ini lebih karena berbagai keterbatasan.
Nah, ya sudahlah. Tidak perlu dibahas lagi kan penting atau tidaknya ngeblog? Dan gak penting juga kan membahas apakah ini tren sesaat atau bukan? Yang penting itu, saya punya topik untuk update, hehehe.
Ah, saya jadi merindu. Merindukan si dia, merindukan kamu, merindukan mereka. Maaf ya kalau ujung-ujungnya jadi menye-menye lagi, namanya juga orang sentimentil :p












November 1st, 2008 at 3:10 am
Blog tuh apa sih? pertanyaan yg mungkin sudah sangat jarang kita dengar, dan sangat jarang kita ajarkan pada seorang newbie saat ini,
Mungkin dulu bisa secara singkat menjelaskan apa itu blog, tapi sekarang gak akan habis dijelaskan dalam satu hari satu malam, apalagi diceritakan beserta segala bumbunya yg membuat blog itu indah, termasuk segala cerita yg ikut mengalir dalam lembaran hidup kita.
November 1st, 2008 at 11:49 am
@Gak donk:
Mungkin karena sekarang udah gampang banget untuk bikin blog, jadi passion dan esensi ngopreknya itu menghilang.. Ato memang kita aja yang terlalu geek, kang
Yah, emang susah dijelasin sih. Tur dhuowo :))
November 2nd, 2008 at 1:18 pm
wehehehe… tapi sudah terbukti juga… anda blogger yang patut di pampang dalam dinding dedengkot blogger!
November 4th, 2008 at 11:04 am
blogging is fun, for fun! Itu menurutku lho ya. justru blog yg terlalu serius apalagi yg penuh dengan adsense itu blog yang boring total! Tapi kalo isi blog udah mirip buku diary sih nggak dehh hehe!
Btw, ada bedanya postingan2mu yg dulu sama yg sekarang: yg skarang lebih mateng (kalo ngerti apa yg kumaksud hehe)
November 5th, 2008 at 9:59 am
haha.. ini nih. blogger yang demen gonta ganti domain dan hiatus-gak-hiatus
*kaburrr
November 6th, 2008 at 12:43 am
mo ngeblog untuk fun, ntuk curhat, cari duit ato apa aja dech yang penting itu menjadi diri sendiri (be yourself), kepuasan jiwa itu lebih penting dari segalanya kecuali TUHAN…….