Putra Nasution

Romantika Subuh

Menghambar,
indera pengecap tidak lagi berfungsi
mulut kering terlalu banyak berdoa
namamu berputaran tak menentu di udara

Berdebar,
jantung ini berdetak tak tentu irama
waktu memaksa darah berdesir
bayanganmu bertebaran dimana-mana

Melayang,
gravitasi menjadi alfa membunuh massa
tulang kulit daging hanyalah benda
untuk jiwa yang kini terbelah menjadi dua

Mengabur,
setiap pandangan mata adalah ilusi
tak ada yang nyata ketika kau tak ada
saraf optik tidak lagi bisa mencerna

Melambat,
detik berganti semaunya saja
berharap waktu memuai ketika berdua
mengusangkan semua teorema yang ada

Tersiksa,
tidur menjadi hal yang langka
tak berkutik sampai subuh menyapa
terlelap atau tidak sungguh tak berbeda

Menggila,
tak tentu jam ingin menyapa
seucap kata mengobati dahaga
nestapa diri yang ingin berjumpa

Membuta,
salah benar tak ada lagi bedanya
nalar terbunuh terlalap apinya
bahkan dusta pun baik adanya

Selamat datang lagi, wahai asmara
adakah tuan mendengarkan hamba?
Inginnya hati ini mencinta dengan biasa,
seperti pendosa yang merindu syorga

(untuk si adik dan para perindu lainnya)




Tell me your dream..

 



At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Categories

Flickr

matesBergerak dan bersuaracuri-curiaudio workslove bizarre triangleslow motionsightspretenderoldfashionedlovestation

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

All content and design by Ilham Syahputra Nst - Copyright © 2001 - 2008