Putra Nasution

Adaptation and Surviving 101

Pulang ke Medan membawa aliran oksigen baru untuk saya. Setelah hampir delapan tahun menjadi orang asing di kota ini, saya pun kembali datang dan mencoba meresapi kehidupan disini. Seperti yang pernah saya tulis dulu, bahwa hidup disini agak lebih teratur ketukannya dan lebih lambat temponya –dan jalan disini banyak yang telah berubah arah sehingga saya sering nyasar :D

Tapi hal yang paling saya bisa resapi adalah, disini saya belajar lagi untuk tarik nafas, buang nafas. Tidak mudah ternyata, karena begitu banyaknya kesalahan-kesalahan di masa lalu yang baru berakibat saat ini. Tapi tidak apa-apa, bukankah hidup adalah belajar?

Dan saya belajar untuk mendewasakan diri secara lebih baik. Saya akhirnya memutuskan untuk mengalahkan ego-ego lama saya yang sudah terlalu usang untuk dipertahankan, tapi setidaknya saya melakukannya karena keinginan saya sendiri, bukan karena diperintah atau diminta orang lain.

For instance, saya kembali melanjutkan kuliah yang sudah lama saya kubur lama-lama. Permasalahan dengan birokrasi dan antipati terhadap lingkungan kampus sekarang saya buang jauh-jauh. Perlu empat tahun bagi saya untuk menghilangkan alergi yang satu ini.

Dulu, saya sangat tertarik untuk mematahkan teori orang-orang bahwa gelar adalah jaminan hidup. Bukannya saya anti terhadap pendidikan, tapi saya anti terhadap pengkultusan gelar. Sadar atau tidak, pengkultusan macam ini lah yang membuat kita terperosok sedalam-dalamnya sebagai bangsa. Dan saya sudah berhasil membuktikannya selama empat tahun.

Dan ketika kini, saya memulai lagi untuk masuk ke kampus, saya mencoba untuk memandangnya dari sisi yang berbeda. Kini saya kembali lagi ke lingkungan itu dengan kerendahan hati untuk belajar kembali. Tidak untuk menyenangkan hati siapapun, dan tidak untuk kepentingan lamaran kerja mana pun. Saya sudah menang, dan kini saya menyerah untuk menang di level berikutnya.

Boleh dipercaya atau tidak, ini juga merupakan salah satu ikhtiar saya untuk menyempurnakan separuh agama (iya mbok, tau tau.. mau nyela kan? hehe).

Ya sudah, saya masih sedang mencoba beradaptasi dengan atmosfer baru disini. Dan saya sedang mencoba untuk tidak menulis dengan sisipan “muatan asmara”. Dua-duanya ternyata nggak gampang! Hehehe.

Happy fasting guys, mudah-mudahan kita tidak tergolong sebagai orang yang merugi setelah Ramadhan usai :)



4 Dreams about “Adaptation and Surviving 101”

  1. e8ayz Says:

    welcome back!…

  2. venus Says:

    kuliah lagi? emang ada hubungannya sama urusan menyempurnakan setengah agama? gak put, ini gak nyela, cuma nanya. nyelanya mah ntar aja, dirapel, haha…

  3. venus Says:

    Jaaahh…kuliah lagi? Yo wis lah put, ini sekalian ngetes komen, yg kmrn dimakan akismet kynya.

    Maaf lahir batin…halah msh lama yak…

  4. venus Says:

    Eh, ini bisa komen kalo dari henpon :D


Tell me your dream..

 



At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Categories

Flickr

matesBergerak dan bersuaracuri-curiaudio workslove bizarre triangleslow motionsightspretenderoldfashionedlovestation

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

All content and design by Ilham Syahputra Nst - Copyright © 2001 - 2008