Tak ada kata-kata bijak yang bisa terucap dari mulut ini, dan tertulis dari tangan ini. Jika pun tertulis atau terucap beberapa kata, itu pun hanya sebagai pengingat untuk diri sendiri, bahwa masih dibutuhkan banyak perjuangan, pengertian, kesabaran dan kejujuran untukmu.
Jika pun terlambat aku menuliskan ucapan ini untukmu, bukan karena aku lupa, apalagi tidak perduli atas dirgahayumu. Melainkan, butuh waktu untuk menenangkan tangan yang bergetar dan mulut yang kaku ini untuk sekedar mengucapkannya. Perlu waktu lebih untuk meyakinkan hati, bahwa kata-kata yang akan terucap bukanlah sekedar retorika palsu untuk memenangkan hati siapapun, dan bukan sekedar ucapan kosong untuk menunjukkan nasionalisme heroik ala pesohor di layar kaca.
Karena aku mencintaimu lebih dari itu, dan engkau tahu, jauh di dalam hatiku yang hampir mati ini, aku masih percaya bahwa masih ada pejuang-pejuang muda yang bersedia menyingsingkan lengan tangannya dan mati untukmu. Bahwa masih ada harapan untuk menjahit kembali merah putihmu yang hampir compang-camping dan lelah berdiri menantang angin dan hujan badai yang menerpa.
Bahwa masih ada yang perduli atas nasib sesamanya tanpa mengindahkan piagam apa yang akan dianugrahi, dan jabatan apa yang menanti.
Sekali lagi, selamat ulang tahun ke 63, negara tercinta. Semoga banyaknya air mata dan keringat yang membasahi tanahmu, dapat menunjukkan bakti kami, dan akan berbuah manis di kemudian hari.












August 21st, 2008 at 8:17 am
weleh2 dalamnyaaa…..
mudah2an usia makin tua, bkn berarti kemunduran ya… MERDEKA !
August 24th, 2008 at 12:39 am
*terharu*
August 27th, 2008 at 5:59 am
selamat ultah juga buat republik nyang kucintai ini
semoga semangat itu ngga pudar seiring berlalunya agustus
August 27th, 2008 at 8:50 pm
Dirgahayu Indonesiaku…
kapan Indonesia maju seperti negara Asia lainnya???
September 1st, 2008 at 2:11 pm
Dirgahayu Republik Indonesia.. tiup lilinnya tiup lilinnya…
lilin siapa?
lilin2 kecil …
September 6th, 2008 at 7:28 am
Jadi apa yg akan kita lakukan untuk-nya put?