Putra Nasution

Saya adalah seorang musisi

Saya selalu menolak untuk menjadi PNS atau Pegawai BUMN seperti ayah saya. Mengapa?

Saya akan bercerita kepada kalian semua, tentang mengapa saya tidak berharap (setidaknya, sekarang) mempunyai pekerjaan yang memiliki jaminan pensiun, kesehatan, dan lain-lain. Tidak harus PNS ataupun BUMN, tapi segala jenis pekerjaan yang menyita waktu secara konstan dari pagi sampai sore, dan saya terikat kontrak seumur hidup untuk tidak bisa keluar dari sana semau saya.

Seperti halnya semua teman-teman seumuran saya yang bertanya tentang prinsip hidup saya, begitu juga orang tua saya (dulunya) dan mungkin kalian, dengan efek dramatis seperti di sinetron-sinetron Indonesia, dimana kalian membelalakkan mata dengan mimik muka bingung sekaligus marah, dan kamera zoom-in berkali-kali, kita ulangi lagi pertanyaannya.

KENAPA, PUT?

Oh, baiklah. Dari mana saya harus mulai ya? Bagaimana kalau dimulai dengan mengapa saya tidak suka bekerja “normal”. FYI, saya sudah mulai bekerja reguler semenjak semester satu –sekitar tujuh tahun yang lalu. Jadi, tidak tepat jika ada yang berkomentar bahwa ini adalah bentuk kemalasan saya, dan hanya ketakutan saja.

Dari tahun 2001 sampai bulan Oktober 2007, saya sudah bekerja di segala macam profesi dan kantor. Dari perusahaan kelas kacang sampe M N C, dari warnet sampai bank internasional, dari kelas bersih-membersihkan sampai membawahi orang lain. Tapi semuanya paling lama bertahan selama satu tahun. Entahlah, orang tua saya menyebut saya sebagai orang yang tidak bisa menerima perintah, salah seorang rekan kerja saya menyebut saya sebagai seniman; karena saya bekerja semau saya, dan kebanyakan teman saya menganggap saya orang aneh yang keras kepala. Tidak bisa saya salahkan.

Lalu, jika pertanyaan masa kecil saya diulang kembali saat ini, terus terang saya akan bingung menjawab pertanyaan tersebut. Jika ada orang yang bertanya, “apa yang kamu kerjakan untuk hidup?” maka saya akan menjawab sekenanya saja. Designer, Web Developer, Konsultan, bikin kantor kecil-kecilan, musisi, apa saja yang melintas di otak saya, tergantung siapa yang bertanya. Dan semua profesi yang saya sebutkan diatas, memang saya lakoni.

Tapi saya ingin membahas mengenai profesi yang terakhir; musisi. Ya, jika saja saya ditanya tentang pekerjaan apa yang benar-benar ingin saya lakukan, saya akan menjawab tanpa perlu pikir panjang lagi, saya ingin menjadi musisi. Mengutip istilah abangda saya, musisi komersil. Semacam artis (bukan selebritis) yang melewatkan hari-hari berpindah hotel dan kota, yang bermain gitar di hadapan beribu orang. Semacam itulah.

Lalu mungkin kalian akan bertanya, apa yang sudah saya lakukan untuk mencapai mimpi saya tersebut. Yah, pertanyaan ini akan membuat saya menarik nafas terlebih dahulu sebelum menjawabnya.

Begini, saya dulu pernah punya band yang bernama starnine, yang sudah sangat dekat dengan mimpi ini. Tur kecil-kecilan, wawancara radio, menghabiskan banyak waktu menulis lagu, bahkan tawaran dari sebuah label besar. Tapi lantas, waktu belum berpihak kepada saya. Drummer saya lebih konsen mengurus bisnisnya, vokalis saya menikah dan harus bekerja untuk menghidupi keluarganya, dan tinggallah saya dan bassis saya berdua, sambil berpikir, mau dibawa kemana band ini. Lebih tepatnya, saya berpikir mau dibawa kemana karir musik saya?

Rasanya sangat mirip dengan menemukan orang yang sudah sangat cocok dengan kamu, lalu kemudian kamu pacaran dengan dia, dan ketika kalian sudah bertunangan, kalian dihadapkan dengan fakta bahwa pernikahan kalian terancam gagal. Begitulah…

Lalu saya pun mengembara dari kota ke kota, dari Bandung saya berpindah ke Cirebon, lalu saya pindah lagi ke Bandung, kemudian saya berdiam lama di Medan, dan akhirnya saya sampai di Jakarta. Setiap kali ada band yang merilis album, saya menitikkan air mata. Dan saya banyak menghabiskan waktu di toko kaset/CD sambil memandangi packaging album band-band Indonesia. Setiap kali itu juga saya berimajinasi tentang bagaimana album band saya nantinya.

It hurts like hell, when you’re standing infront of something that you know you can do better than that, yet you can’t do that because of some minor problems. Just like when you’re watching your lover walk away infront of you, and you know that you can stop him/her.

Begitulah, tak terasa sudah hampir tiga tahun saya menunggu teman-teman saya tersebut untuk kembali kepada saya dan mulai masuk studio lagi. Saya menghabiskan berjam-jam telepon interlokal untuk berbicara panjang lebar dengan mereka. Sehingga saat ini, tinggallah saya dan vokalis saya yang masih memiliki mimpi ini. Dia sudah bekerja di sebuah perusahaan mobil jepang dan berkantor di Kalimantan, tapi dia bersedia resign untuk kemudian melanjutkan mimpi kami ketika saya sudah benar-benar siap dengan materinya.

Saya pun merasa itu sudah cukup. Saya tinggal mencari drummer dan bassist baru. Apabila ada diantara kalian, atau teman kalian yang ingin berkarir secara serius di dunia musik, dan kebetulan bisa bermain bas atau drum, dan juga memiliki keyakinan bisa hidup dari musik, tolong hubungi saya. Saya akan memberi tahu dimana kalian bisa mendengar materi musik saya :)

Dan sampailah saya di posisi dimana perkembangan musik Indonesia benar-benar stagnan. Dari penjualan album, kualitas rilis, tipe musik yang cenderung sama dan lain-lain. Saya memiliki banyak sekali teman yang juga bermain musik, dan lalu saya sampai pada kekhawatiran bahwa musik saya sangat mainstream. Pasaran, begitu mungkin ya. Menyanyikan tentang cinta, hubungan lelaki dan perempuan, jatuh hati, patah hati, selingkuh, dan sejenisnya.

Tapi lantas saya berpikir, persetan dengan itu semua. Terserah jika orang lain menganggap saya terlalu komersil atau mengikuti trend hanya untuk menjual album. Yang saya tahu, apa yang saya tulis adalah benar-benar apa yang saya ingin tulis, yang saya ceritakan melalui lagu saya adalah apa yang benar-benar saya rasakan. Saya hanya seorang manusia yang memiliki beberapa lagu, dan ingin memainkannya dibawah sorotan lampu dan dihadapan orang lain yang pernah merasakan apa yang saya rasakan.

Lalu sayapun mulai membuat prioritas hidup. Membagi waktu antara melakukan pekerjaan di dunia IT dan menulis lagu yang lebih baik lagi, sambil terus mencari-cari siapa orang-orang yang tepat untuk saya ajak “menikah”. Bermain musik bukan hanya sekedar genjrang-genjreng, tapi ada faktor kecocokan disana, dan ada industri yang kejam di depan sana. Memasukinya tanpa didukung orang-orang yang sehati hanya akan membuat makan hati.

Begitulah, saya kini siap untuk kembali ke dunia musik, dan masuk MTV Ampuh, hahaha. Hanya kurang dua personil, dan kesempatan untuk merilis album. Tidak perlu berpikir mengenai indie atau major, sidestream atau mainstream, menjual atau tidak. Saya hanya ingin bermain musik, dan mengiringi koor puluhan ribu orang di setiap kota-kota yang saya datangi. Bukan mimpi yang terlalu muluk kan?

Dibawah ini adalah link dimana kalian bisa mendownload beberapa sample lagu saya, yang kebanyakan saya rekam dengan fasilitas seadanya (beberapa malah saya rekam hanya dengan handphone), dan mudah-mudahan kalian bisa paham mengapa saya yang bernyanyi. Lagu-lagu ini saya rekam hanya agar saya tidak lupa, dan memang sebenarnya bukan materi yang layak tayang, tapi anggaplah ini sebuah perkenalan kecil kita. Maafkanlah suara saya yang seadanya, tapi saya berjanji bukan saya yang akan bernyanyi nantinya di studio. Dan sayapun tidak ingin menjadi vokalis, saya hanya ingin bermain gitar.

01. Lovely Valerie (2004)
02. The Last of Me (2004)
03. Teruntuk Hatimu dari Aku (2004)
04. Honey, You’re a Liar (2005)
05. Memang (Tergila-gila) (2005)
06. Jika Harus Berakhir (2006)
07. Menginginkanmu (2006)
08. Teman Menangis (2007)
09. Saat Kita Jauh (2007)

Nah, bagi kalian yang belum begitu mengenal saya, mari kita berkenalan lagi. Nama saya Ilham Syahputra Nasution. Kalian boleh memanggil saya Putra, dan saya adalah seorang musisi; seorang gitaris dari sebuah band yang bernama LUVME.

:)



17 Dreams about “Saya adalah seorang musisi”

  1. Adham Somantrie Says:

    kalo sekedar memainkan gitar atau bas… saya mampu bung… tapi mungkin hanyalah sekedar additional player… saya belum berani memastikan jalur musik sebagai pilihan utama hidup saya…

    karena saya sejatinya adalah seniman… bukan engineer… tetapi jalan hidup saya adalah engineer… kawan! :D

  2. bintangjatuh Says:

    baca postingan ini saya jadi inget seorang temen, dia juga kurang lebih bertipe seniman seperti kamu put, sama - sama idealis, dan kebetulan juga tinggal di bandung, atau emang di sana udaranya cocok buat orang bertipe seperti itu? :D, dia juga punya mimpi yang sama saya kira.. sukses deh =)

  3. puty Says:

    kamu kan emang multitalented poet… makanya wajar pekerjaannya ga tetap… haha…

    saya puty. mahasiswi pemalas. gebetan onlinenya poetra. :D

  4. Abmanyu Says:

    hm.. saya gitaris jg… gak mau maenin lagu yg gak ngerock.. gak mau bawain lagu orang lain… makanya sekarang gak ada band.. yah.. jadi sekarang belajar dululah… mau jualan gambar.. mikir2.. nanti mal praktik gmn?? kan ilmunya blm cukup..

  5. bedjo Says:

    LUVME kapan masuk masuk major label
    waktu posting sheila kirain posting sola cewek ternyata posting sheila on sepen..hihihi…

    salam kenal

  6. bayu Says:

    tenang put,..
    tenang,..

    gue masih nyari guitaris buat lu kok neh,..

    vote for randall!!!

  7. Ray Says:

    Ya pada dasarnya aku juga seorang musikus *jauh di sudut sana*, aku juga seniman tapi terkadang cita cita tidak sesuai harapan, idealis harus bisa kompromis dan kenyataan tak bole kita pungkiri, kita butuh hidup kita butuh kehidupan sosial, mengejar cita cita itu penting tanpa cita cita hidup ini hampa, tanpa prinsip dan idealis kita tidak akan punya tujuan pasti, isitahnya “ngalor ngidul ra karuan”

    Tapi hidup harus berlanjut .. ya mari kita kejar cita cita dan impian kita tanpa mengkesampingkan hal hal lain yg tanpa kita sadari sangat berguna dalam mendukung itu semua.

    Aku dukung kamu :)

    Oh ya perkenalkan, namaku terlalu panjang ditulis di sini, jadi sebut aja aku Ray yg lebih tepat disebut sebagai seorang pemimpi

  8. e8ayz Says:

    jreng… jreng.. mainin gitak merk kapuak..

  9. Domba Garut! Says:

    Keep sharpening your vision and making the dream bigger and finer.. I have been in that position and I chose to honor my dreams, and pursue further.. did not listen to what those demands to have me stay put..

    if only I had listened and obeyed, I would have been there and never gone this far..

    Wishing you all the best of success on your music and the struggle is just temporary.

  10. ichanx Says:

    saya bassist… kadang ngegitar juga… sempet mainin punk, metal, britpop, sampe country… tapi terakhir manggung sekitar 4-5 taun lalu… dan menyadari bahwa sekarang mimpi saya jadi musisi bener-bener udah tertutup… hehe… gutlak buat mimpinya brur!

  11. suton Says:

    dari dulu gw pengen bisa mainin gitar tapi hanya bisa dikit2 doang…
    beda ama abang seorang musisi tapi sayangnya nggak disalurkan ke dunia rekaman hehehe..

    ntar kalo keluar gw beli 5 keping kaset bang.. :)

  12. aprian Says:

    namaku….entahlah.. ;)

    dan poets..setidaknya lakukan yang loe sukai dan sukai yang loe lakukan. Itu cukup kok buat hidup ;)

  13. nopz Says:

    perkenalkan…nama saya dwi noviana. ..
    saya bukan siapa2…
    hanya anak dari seorang musisi lokal surabaya yang nyambi jadi PNS…
    dan saya…
    temannya artis
    hehehe :p

  14. Angga Says:

    saran gw; ga perlu drummer atau bass player dulu.. rampungin materi, selesain album, atau rilis sekalian.. yg laen bisa nyusul =D

    terbukti banyak band-band yg terdiri dari 2-3 orang doang bisa eksis dan sukses..

    hati2 terhadap label dan manajer: http://rambut.multiply.com/links/item/15

    cheers put..

  15. kus Says:

    albumnya boleh di bajak? ..

    ku unduh ya, ntar kuputar di banshe ku biar nye crobling ke Last.fm, sapa tahu tenar.

  16. Anzarra Says:

    sekarang industri musik lagi sulit. ya kayak link yang dikasih angga gitu. tapi opsi makin banyak, gak harus sign ama label. lihatlah juliette dan lusy, mungkin aneh jualannya di kfc. tapi promonya bisa sampe muka kita segede2 truk katering kfc… hahaha :D *makanya kalo makan kfc, makan di tempat aja. kalo take away kardusnya gambar juliette ;p*

    gue gak tau apakah java musikindo akan kayak live nation (they’ve signed Ussy, anyway). tapi kalo iya, untuk mimpi seperti elo, lebih cocok signnya ke java. kenapa? karena ada jaminan konser. i mean, madonna albumnya berikutnya mungkin aja gak laku tapi konser terjamin booked sampe 3 tahun ke depan karena sign sama live nation. kalo java juga kayak gitu, maka itulah yang cocok buat (band) lo. :)

    anyway, nama saya Anzarra. saya gak tau apa yang saya lakukan, tapi hidup saya cukup baik. and that’s fine. :)

  17. venus Says:

    see? you’re a musician! main gitar? good luck, poet. bukan nakut2in, tau sendiri gimana jahatnya industi musik di sini. materi bagus, semua-mua bagus, tapi bicara pasar…yah, you know lah. kadang bikin frustrasi. no, no. I’m not saying that I’m a musician dan pernah ngalamin pait2nya, but my husband is, heheheh…

    pernah aku posting deh soal album solo juraganku. ntar aku bongkar2 lagi, lupa, kalo ga salah ada di archive Mei 2007.

    anyways, good luck!


Tell me your dream..

 



At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Categories

Flickr

matesBergerak dan bersuaracuri-curiaudio workslove bizarre triangleslow motionsightspretenderoldfashionedlovestation

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

All content and design by Ilham Syahputra Nst - Copyright © 2001 - 2008