Putra Nasution

Matahari Jakarta

‘Keteraturan membuat hidup lebih mudah, tapi kejutanlah yang membuat hidup lebih indah..’ Begitu kurang lebih kalimat yang saya tuliskan di buku pribadi saya, kurang lebih tiga tahun yang lalu. Tampaknya, sekarang kalimat itu terngiang lagi di telinga saya. Tiga tahun hidup atas nama idealisme tidaklah mudah, tapi terus terang, sangat indah.

Sekarang, setelah hampir dua bulan berkontemplasi di Medan, saya terpaksa menelan pahitnya perjuangan untuk sebuah komitmen. Ya, komitmen untuk berada di jalur yang sudah menjadi cita-cita hidup –lebih tepatnya, hidup itu sendiri– untuk saya; musik.

Adalah musik yang mengantarkan saya melanglang buana sejauh ini, beratus kilometer jauhnya dari keluarga yang sangat saya cintai. Adalah musik juga yang membentuk kepribadian saya hingga seperti saat ini.

Ya, untuk pertama kali dalam hidup saya, kepada kalian saya mengaku bahwa saya angkat kaki dari medan ke jogjakarta pada tahun 2001 adalah karena musik. Langkah hidup yang saya tetapkan itu pula yang kemudian mengantarkan saya kepada jalan bercabang, yang walaupun penuh dengan cobaan, tapi menjadi kenangan yang luar biasa indah.

Mungkin tepat jika saya menyanyikan Sepanjang Jalan Kenangan sebagai theme song hidup saya. Kenapa? Karena, tapak dan tetesan keringat saya sudah hampir tersebar di seluruh pelosok nusantara, kecuali irian dan kalimantan. Namun jangan tanya apa yang membuat saya berjalan sejauh itu, karena saya pun tidak tahu.

Seperti saat ini, saya kembali meloncat untuk kesekian kalinya. Setelah Jogja, Bandung, Cirebon, kini saya berdiam di ibu kota.

Beberapa teman baik saya, tentunya tahu kalau saya tidak suka Jakarta. Tapi apalah daya, sekarang saya sudah berada disini. Sendiri, tanpa tahu apa yang saya ingin lakukan…

Tapi biarlah, toh kejutan akan tetap membuat hidup lebih indah, bukan? Saya tidak sanggup membayangkan hidup monoton yang selalu memiliki pola yang sama setiap harinya. Mudah-mudahan cerita kehidupan mau berbaik hati kepada saya kali ini.

Sering kali dalam hidup saya merenung sendiri, memikirkan bagaimana saya telah mengecewakan orang-orang yang sayang kepada saya; keluarga dan teman-teman. Seandainya ada kata yang cukup baik untuk bisa menjelaskan apa yang ada dalam pikiran saya, tentunya sudah saya ungkapkan. Tapi sering kali, yang keluar hanya dua kata; maafkan saya…

Tentunya, suatu saat nanti akan ada penjelasan yang lebih baik daripada sekedar kata maaf yang saya ucapkan berkali-kali di dalam hati hingga hampir menyaingi rekor dzikir saya, berharap akan ada pengampunan dari hati-hati yang tersakiti. Tapi jikapun tidak, biarlah saya tenggelam dalam neraka hati yang siksanya mengalahkan apapun yang ada di dunia ini.

Langkah saya sudah mantap, walaupun belum bisa berdiri tegak. Saya akan menyongsong masa depan yang mudah-mudahan menjadi indah di tempat ini. Tasbih maaf saya bercampur dengan keringat yang terus menerus menetes dan menenggelamkan saya dalam hiruk pikuknya Jakarta. Saya percaya, senyum-senyum yang dulu saya temui di dalam perjalanan saya akan menjadi obat yang manjur.

Sayangnya, senyuman-senyuman itu hanya tersimpan di dalam otak saya, dan tidak bisa saya cetak. Kalaulah bisa, tentunya akan saya cetak semuanya, saya bingkaikan, dan saya tempatkan disebelah poster The cure, Aerosmith dan Queen, sebagai tanda bahwa mereka yang pernah tersenyum kepada saya sama berartinya seperti orang-orang yang mempengaruhi saya sejak kecil.

Sekarang, walaupun lelah, letih, dan sangat ingin tertidur, saya mengucapkan sebuah niat. Agar hari esok terasa lebih baik, dan semoga dikemudian hari saya bisa menebus dosa-dosa saya sehingga merubah neraka hati ini menjadi surga bagi kalian semua.

Selamat datang matahari Jakarta…

(UPDATED)
PS: meine LV, danke für das Blau.. Wartezeit für mich =)



23 Dreams about “Matahari Jakarta”

  1. emping Says:

    bro.. sebuah kata maaf gak akan pernah merubah apapun.. kecuali tindakan yang membuat langkah menuju arah yang lebih baik. well.. keputusan ente aku dukung, karna aku tau whatever it is, ini hidup loe, loe tau yang terbaik buat loe, walau sakit, tapi apapun yang tak kan bisa membunuh kita justra akan membuat kita lebih tegar. aku disini, sahabat yang hanya menjadi bayangan, dari dasar neraka ini, hanya berharap, someday, kita bisa makan burger bersama dan menertawakan dunia yang penuh drama melankolis picisan ini. hehheheheh…. jalan trus bro.. maju trus.. yang terbaik akan kita dapati setelah melewati ribuan duka ini.. long live old story of sekurity. hauehuahhe…

  2. uli Says:

    nanti aku cetakin foto senyum ku yg paling manis khusus buat adek ku tersayang mwah
    jangan mellow2 ga jelas gitu

  3. Ray Says:

    dimanapun kamu berada bukan jadi soal, tapi dimanapun kamu beradakamu harus tetap menjadi dirimu sendiri yg bisa dibanggakan dimanapun kamu berada bukan jadi soal, tapi dimanapun kamu berada, kamu harus tetap menjadi dirimu sendiri yg bisa dibanggakan, baik oleh keluargamu maupun orang orang disekelilingmu.

  4. Niwatori Says:

    ricecooker, cewelutu, setrikaan, pembatasbuku, slimutabon, apalagi yah… whislist warisan menyusul deh put aheuheuiheiuehuie,
    ttd. tukang tadah kost bedol desa

  5. aban Says:

    Hmmm… kalo boleh nyaranin, loe bikin kategori blog kuliner sekalian. Kan lagi musim tuh…loe critain makanan2 medan, jogja dan bandung…

  6. e8ayz Says:

    put di jkt dimana kw ? aku juga sekarang jadi expat di jkt ? btw ga ada yang lebih enak di banding bandung… lebih better bandung than jakarta

  7. arjuna Says:

    dan bertambah 1 orang lagi yang bikin macet jakarta

    *nyetop bajaj terdekat*

  8. Lucy Says:

    Hai putra..lama juga gak mampir ksini. Dah di Jakarta ya. Welkam to the jungle :). Selalu yakin bahwa kesuksesan ada di depan kita. Ya….ayo semangat…:cheers:

  9. poetra Says:

    emping:
    hehe, kurang lebih begitulah, mpal.. eh, tapi teringatnya gak jadi jugak kan kita jumpa di medan.. ah, acemananya…

    uli:
    he he he *speechless*
    atur-atur aja lah kak, hihiih…

    Ray:
    insya Allah, kang.. amiiiin…

    Niwatori:
    Udah, tetapin dulu, mau diwarisin “Mac mini” apa “Rok mini”.. asal jangan abis itu saya disamperin ibu dea ajah… ampun…

    aban:
    so pastinya sob, nanti sudah direncanakan itu untuk development-nya.. *alahhhh*

    e8abyz:
    aku bolak-balik tol pondok indah - BSD wak, hehehe… gak jakarta-jakarta kali lah.. btw, kau daerah mana? kapan2 kita jumpa lah ya…
    oh iya, mengutip kalimat si apri dulu, “Hell is better than jakarta”, itu kata dia.. kata awak, kurang lebih lah… hehehe..

    arjuna:
    aduh om, saya gak bikin macet jakarta, sumpah deh.. karena maenan saya itu tol pondok indah menuju BSD, yang laen-laennya paling saya naek kopaja.. nambahin penuh kopaja sih iya, hehe..

    Lucy:
    hehe, terima kasih welcome-nya mbak.. anyway, kapan kita ketemuan? *wink*

  10. Adham Somantrie Says:

    wakakakaka… poetra balek kampong… mo dikawinin kaw di medan?

  11. suton Says:

    selamat datang di Jakarta.
    trus kalau di Irian apa bang putra akan jadi penambang emas :D

  12. Yunus Says:

    Gue pernah bercita-cita menjalani hidup di suatu tempat dengan ritme yang sama tiap waktunya. Tapi,setelah gue jalani kehidupan dengan pola yang berubah-ubah dan tidak selalu sama, ternyata hidup ini jadi lebih berwarna. Selamat datang di dunia yang penuh warna, bro. Kelak loe agk akan menyesal dengan langkah yang udah loe ambil…

  13. devishanty Says:

    gelap banget sih nih tempat ngisinya!
    kamu kemana aja..
    well, semoga berhasil ya di ibukota yg lebih kejam dari ibu tiri :P

  14. Killy Says:

    tunggu tanggal mainnya put !!!

  15. dodski Says:

    gak dibayar perkoro’e kene iku status relawan, pak! dgn basis: pengabdian kepada masyarakat… heheuhue..

    tapi mene sabtu ngarep ketene oleh job dadi juri lomba. mudah2an ini pula tak sekedar proyek cap thank you :)

  16. abe Says:

    Saya angkat kaki dari Medan 8 Bulan yg lalu..
    Hiks.. Karena kerjaan..
    Selama 8 bulan dijalani eh.. 8 kilo berat badankuh naek poet..
    Herannya makan aku gag banyak..
    Ehm.. mungkin karena diisi ganja kali yee.. :D

    Niwe, doakan aku yah.. :D

  17. neng Says:

    …jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah… (quoted from “spasi,,Dee)

    keep ur spirit ya bang!!! ^_^
    …jangan sampe ibukota mengalahkanmu

    btw hari prtama gawe niyh!

  18. dodi Says:

    selamat datang di Jakarta!

  19. ale Says:

    Yo.. Band Designer. Ga jelek juga. Tiap kali ketemu kamu jadi keinget tragedi jogja 2004 (ato brapa gitu) waktu dompetmu hilang abis mabok2 an diclub apa itu sama donnie dkk ahuahuahaua.

    Good luck menghirup tebalnya polusi jakarta. Jangan terbawa-bawa arus pergaulan buruk dijakarta. Gauli saja terang2an dengan segenap hati (lha).

  20. Luigi Says:

    may those surprises, though it may be the unpleasant ones - enriching your capabilities to handle ups and downs in life.. :)
    Welcome to jakarta - wishing your success in the daily dwelling..

  21. Putra Nasution - The Dreamer and the Poet » Blog Archive » I Welcome you, 2008! Says:

    […] menjadi warga Jakarta. Setelah 24 tahun membenci kota ini, akhirnya saya benar-benar angkat kaki dari Bandung dan menetap […]

  22. Putra Nasution - The Dreamer and the Poet » Blog Archive » Ketika Hidup (masih) Mudah Says:

    […] itu karma, mungkin saja teguran sayang, tapi saya berdoa mudah-mudahan itu menjadi penebusan dosa. Tasbih maaf saya sendiri masih belum […]

  23. kutaraja Says:

    Wwelcome to Jakarta *sambil mengangkat kedua bahu dengan mimik yang sedikit dipaksakan*
    Selamat berjuang bang Putra.. :)


Tell me your dream..

 



At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia designer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Categories

Flickr

matesBergerak dan bersuaracuri-curiaudio workslove bizarre triangleslow motionsightspretenderoldfashionedlovestation

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

All content and design by Ilham Syahputra Nst - Copyright © 2001 - 2008