
Hanya salah satu contoh kecil dari betapa kita malas mencari informasi. Dan ketika informasi itu sudah tersedia secara lengkap pun bahkan bertebaran dimana-mana, kita terlalu malas untuk membacanya secara detail.
“Get to the point saja lah, put. Biar cepat..”, begitu dulu ucapan seorang kawan. Tidak masalah langsung mencari intisari kalau memang daya serapnya tinggi. Tapi kalau cuma sekedar ingin cepat?
Tidak heran juga segala sesuatu yang instan di negara ini laris manis tanjung kimpul; mi instan, kopi instan, bubur instan, rejeki instan, bahkan sampai sarjana instan.
Dan kita masih bertanya, kenapa negara kita selalu kalah dengan negara lain?
Duh…
![[Billboard Di Lampu Merah] - Siapa yang baca?](http://farm8.staticflickr.com/7011/6503542363_4e837e5fba_s.jpg)



















August 29th, 2009 at 3:22 am
ya ampuuunn… parah jg ya? udah ada info lengkap pun ga dibaca.
cape deeehhh…
August 29th, 2009 at 4:47 am
bacanya sambil merem apa tuh bang… lancar kali dia bacanya …. macam sudah mahir saja dia membaca….
August 29th, 2009 at 4:52 am
Eh Poet, bisa aja lho orang-orang yg comment di wall itu tulis comment-nya bukan di halaman event langsung, tapi di textbox yang muncul ketika ada pilihan attending event atau enggak di request itu
, jadinya dia gak baca info secara lengkap, karena kan cuman ada info nama acara, lokasi dan waktu sahaja. CMIIW
Kalau kasus dia udah ada di halaman event biasanya sih karena gada waktu baca makanya baca cepat, sebenarnya kalau gak ada waktu, jangan sampai fast-reading uya, karena sewaktu komentar pasti jadi gak nyambung atau malah mempertanyakan yang udah ada seperti di atas
errr.. tapi mustahil juga sih kalau gk ada waktu baca, karena info di halaman event-nya juga cuman beberapa baris kan
*bersudutpandang*
August 29th, 2009 at 5:46 am
yang nulisnya tak ganteng soalnya, jadi tak ditengok…
August 29th, 2009 at 9:06 am
hahahahaha, kalo ini mah namanya bukan fast reading gebbbb… tapi ga niat baca sama sekali..
)
terus bgian replynya ga kamu sensor. kan tetep kebaca namanya
August 29th, 2009 at 11:08 am
jadi acaranya gratis ga?
*kabur*
August 29th, 2009 at 2:54 pm
@Jumi @kenyo
Macam gitu lah.. macam-macam saja *geleng-geleng*
@Ihwan
Pertanyaannya lagi adalah: seberapa sulitkah mengklik tautan event itu? (doh)
Tetap aja membuktikan kesimpulan itu, bahwa kita mau yang instan aja..
@Adham @devishanty
(hassle)(hassle)(hassle)
@puty
exactly my point.. Itu belum termasuk yang dari email, terus sms, inbox fb dan telpon loh (doh)(doh)
Kalo soal nama mah kan, gak keliatan nama panjangnya, geb :p
Lagian kalo yang pertama sih masih bisa dimengerti, tapi yang berikut-berikutnya, sungguh, ter.. la.. lu..
August 29th, 2009 at 6:48 pm
biar cepet yang penting bingung
August 29th, 2009 at 9:42 pm
aku sering heran sama yg sperti itu! Mereka webloggers, contohnya aja: mereka kepengen kalo blognya dibaca, tapi mereka sendiri gak baca. Aku kalo dapet pertanyaan yang udah ada di postingan jawabannya, bakal bilang: baca postingannya, barusan nanya!
August 30th, 2009 at 12:31 am
Di salah satu milis tentang makanan, malah berlaku peraturan “cari di google, cari di threat milis, baru tanya !”.
Kalo ngga ikut aturan, langsung di Moderasi.
Hasilnya……anggotanya malah tambah banyak tuh !
Jadi…di Indonesia ini memang disiplin harus ditegakkan dengan hukuman, baru bener.
August 30th, 2009 at 2:45 am
@masoglek:
Nampaknya, banyak orang yang menyalah-tafsirkan semangat “Lebih Cepat Lebih Baik” itu ya, mas…
@echa:
BETUL! Semangat berbagi sih oke, aku senang-senang aja gitu banyak bisa sharing, tapi kalo caranya begini, agak capek (dan kesal) juga. Mungkin harus belajar lebih sabar lagi kali ya, cha
@DuniaSapi:
Di beberapa milis yang aku kelola, aku juga memberlakukan sistem yang begitu, om.
Agak OOT, tapi aku suka heran soal pertanyaan-pertanyaan tentang suatu topik. Apa ya mereka belum pernah mendengar soal google ya? Belum lagi katanya mau belajar hal-hal yang berbau IT, tapi malas mencari di internet. Lah, kapan mau pahamnya kalo nggak ada excitement dan passion untuk belajar? (duh)
Belum lagi kalo ada yang komen di suatu artikel, terus dia ternyata butuh untuk tugas atau sesuatu hal lainnya, tapi bertanya terus meninggalkan alamat email. “Tolong kirimkan ke aku ya..”, gitu katanya. Lhaaaa, sebetulnya ini yang perlu siapa?? Aku banyak sekali melihat kasus seperti ini di blog-blog lain (duh-kuadrat)
Dan aku juga setuju dengan sistem reward and punishment itu, sepertinya memang harus begitu
August 30th, 2009 at 7:53 pm
hm.. herannya epidemi fast reading ini gak hilang2…
August 31st, 2009 at 3:47 pm
OOT,
Pengen ke Medan nih …
September 3rd, 2009 at 2:08 pm
Itu kenapa ada tertulis, There is No 100% Customer satisfied, lebih dari itu, memang begitulah tanggung jawab yang bersangkutan untuk yang tersangkutkan. Semoga sukses buat Acara Road Show Pesta Blogger 2009.
September 4th, 2009 at 8:46 pm
Mau ngejar komen pertamax kali ya
Bukan fast reading sih ini, skip reading.
Btw how’s the event going? Nanti libur lebaran saya ke Medan! Transit doang sih hehe
September 4th, 2009 at 11:03 pm
hahhaa.. iya ya.. mang kadang klo males baca baca langsung aja ambil intisari isinya..
September 5th, 2009 at 8:31 pm
[...] dari BloggerSUMUT berhasil mendaratkan kaki di tempat acara Buka Bersama yang diadakan oleh panitia Pesta Blogger 2009 (bertempat di Restoran Tempoe Doeloe, Jl. Wahid Hasyim No. 54 – [...]
September 7th, 2009 at 2:10 pm
????
September 14th, 2009 at 7:37 am
Huehehehee…. tapi memang begitu kan ya.
Banyak orang yang lebih tertarik dengan bahasa yang ringkas tp tepat sasaran. Masalahnya kan tdk semua urusan bisa disampaikan dalam 1-2 kalimat saja.
Tp klo kawan2mu itu, sebenarnya bukan fast reading, tp pengen cepat2 kasih komen aja itu. Pengen kayak bos besar, tanya dijawab, tanya dijawab… :p~