Putra Nasution

Archive for the ‘pemimpi subuh’ Category

Surat Untuk Cucu Anakku…

Wednesday, January 18th, 2012

Ketika engkau membaca surat ini, berarti malam ini jantungmu sedang berdenyut tak menentu, karena besok kau akan menikahi orang yang engkau cintai setengah mati. Mungkin kakek tidak akan bisa secara langsung memberikan petuah pernikahan, atau nasehat tentang bagaimana kau dan pujaan hatimu sebaiknya menjalani kehidupan kalian. Untuk itulah kakek menuliskan surat ini, sebagai ucapan selamat, permintaan maaf sekaligus sebagai sebuah wasiat.

(more…)

 

Dear, September..

Friday, March 12th, 2010

Aku rindu sekali ingin menulis lagi, bercerita tentang apapun seperti dulu, mendeskripsikan dunia melalui mata seorang pendosa yang merindukan surga seperti aku ini. Tapi kau tentu tahu, semenjak aku kehilangan dia, aku juga kehilangan satu-satunya sumber inspirasiku.

September, terlalu berlebihan kalau aku katakan kau bisa menggantikan dia sebagai sumber inspirasiku. Tapi aku harus mengakui bahwa ketika aku bertemu dengan kamu, aku seperti mendapatkan cahaya baru dalam kegelapan yang mengelilingiku. Tak perlu terang benderang seperti dia dahulu, hanya sekedar cahaya temaram untuk dapat membaca situasi pun aku sudah bersyukur. Aku bersyukur bisa berkenalan dengan kamu.

(more…)

 

Memahami Dua Puluh Enam

Wednesday, July 15th, 2009

Meninggalkan jumlah seperempat abad membuat banyak pemikiran timbul di kepala. Pemikiran mengenai –ehhmm– pernikahan, kehidupan di masa depan, kebahagiaan, dan seterusnya, dan lain-lain.

Aku mengerti lazim bahwa orang akan dengan sangat senang hati “memojokkan” pada bujang lapuk di usia sebegini, dengan tanpa perasaan berdosa dan mengalir selepas tiupan angin yang menusuk tulang di malam hari, “kapan mau menikah?”

Kalau saja memaki itu bukan dosa, apalagi kepada orang yang lebih tua, sudah tentu akan kumaki mereka sepuas hati. Karena pertanyaan itu akan menempatkan aku diposisi bersalah, seakan-akan akulah yang memilih untuk tidak menikah secepatnya, dan seakan-akan menikah itu semudah membeli ikan di pasar. Padahal mereka lupa, membeli ikan saja harus dipilih-pilih dengan hati-hati, apalagi calon pasangan hidup.

Toh mereka juga tidak tahu bahwa aku baru saja patah hati lagi, tepat sehari sebelum berulang tahun. Mereka tidak tahu, sepantasnya tidak perlu tahu, dan aku pun tak mau bercengeng-cengeng lagi sambil mengeluarkan curahan hati yang diakhiri dengan pertanyaan –yang tak pernah terjawab, “kenapa…?”

(more…)

 

At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia developer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

 

Twittered

 

Blog ini terverifikasi di Salingsilang

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Flickr

[Billboard Di Lampu Merah] - Siapa yang baca?Raja-Ratu Mandailing Godang :D20112011I've seen him and this sign twice. Maybe someday I'll stop him and ask for the background story :)111098654312matesBergerak dan bersuaracuri-curiaudio workslove bizarre triangleslow motion

Others


 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

Copyright © Putra Nasution 2001 - 2009