Tuesday, March 9th, 2004
mungkin tak lagi terasa sesak saat menghimpit,
menceritakan semuanya kepada bintang di langit malam..
melegakan sebenarnya..
aku mungkin tak harus meniti lajur-lajur tanya lagi
dimana aku harus tersentak dari tidur malamku,
mencoba mereka-reka celah keheningan..
selamat datang di romantisme subuh
dimana semua kita adalah sahaya,
dan cinta adalah tuannya..
Posted in poems | No Comments »
Sunday, October 26th, 2003
entahlah.. aku bingung saat harus berkata apa..
bukannya aku tak punya perasaan yang tersimpan,
hanya saja semuanya seperti rahasia semesta, yang aku tak akan pernah bisa mengungkapnya sampai kapanpun..
aku katakan, bila bintang menjelma malam ini, aku akan bertanya padanya..
tapi tak pernah, saat dia datang dalam malamku, aku bisa bertanya..
apakah sebenarnya yang tersimpan dari keindahan itu…?
aku selalu mencoba, bukannya aku terdiam membisu
tapi dua puluh tahun hidup untuk mengerti saja, aku masih meraba..
aku masih sering terjatuh untuk mengatakannya..
apa aku akan sanggup menatap cahayanya…?
mempesona, bahkan sangat menjanjikan..
kalau aku bisa, kupeluk bentuk indah itu seumur hidupku..
katakan aku bisa
satu saja.. satu saja, untukku selamanya…
tidak pernahkah bintang bersinar terang lagi…?
Posted in a story of..., poems | No Comments »
Monday, September 8th, 2003
tiga bulan yang telah kita lewati, tiga bulan kau dan aku..
banyak senyum.. banyak cerita.. walau kadang ada sedikit prasangka..
semoga.. kita akan terus berjalan bersama, selamanya..
semoga, 5 menit yang kuharapkan akan tersedia..
5 menit tanpa batasan manusia..
5 menit yang abadi untuk selamanya..
aku sayang padamu..
*ayo.. mana yang mau ngucapin selamat.. mohon hadiah tidak berupa barang atau bunga.. no. rekening tersedia.. :p*
Posted in a story of..., poems | No Comments »
Sunday, August 3rd, 2003
yeah.. live goes on..
begitu.. begitu dan begitu..
sekarang ijinkan aku bertanya..
apa berjingkrak-jingkrak itu termasuk suatu keharusan?
tidak ah..!
lalu, kalau mengaku idealis tapi masih diwarnai anarkis, itu perlu?
tidak ah..!
sekali lagi, ada bau ini..
eum.. rasanya familiar..
oh iya.. bau ini pernah menyesatkan aku dulu..
kau mau tawarkan lagi kepadaku?
tidak ah..!
aku kan sudah hidup sehat (setidaknya perlahan)
susah payah aku keluar, lalu kau tawarkan lagi kepadaku?
tidak ah..!
kalo cuma untuk jingkrak-jingkrak? terima kasih..
aku masih punya cara untuk menikmati hidup..
jangan lupa, aku sudah punya dia
jadi.. kau sudah gak punya arti dimataku..
kau ini siapa? hanya beberapa tetes air yang sudah didakwa dilarang.. iya kan?
kalau dia? dia itu segalanya bagiku..
sekali lagi, kau lewat di depanku..
bahkan untuk menoleh kepadamu saja, aku mengatakan..
tidak ah..!
aku mohon.. berhentilah merusak kehidupan..
apa kau tidak punya kehidupan?
oh iya.. aku lupa..
kau kan memang tidak punya ya..?
ya sudah.. tapi bisa nggak kalau kau menghilang?
nggak juga ya..?
ya sudahlah.. tapi sekali lagi aku bilang..
kau bukan siapa-siapa..
kau kan hanya minuman tak ber-ke-pri-minum-an
iya kan?
Posted in a story of..., poems | No Comments »