Sunday, May 29th, 2005
suatu malam yang kuingat jelas,
aku sedang memandangi langit malam
menunggu bintang jatuh,
mencuri-curi saat untuk membuat sebuah permintaan
lalu aku melihatmu……
bayanganmu berpendar sejuta warna.
kau melesat secepat mahacahaya..
berliuk indah dengan penuh keanggunan,
menukik dengan sempurna..
lalu pecah menjadi jutaan titik kecil,
melukis langit dalam waktu beberapa detik.
dan seisi jagad raya terpana…
saat itu, aku melihatmu dimana-mana.
malam itu, aku jatuh cinta….
“Tuhan, aku ingin hidup dengannya..” hatiku yang berkata.
malam itu, 329 hari yang lalu.
dan hingga kini, tak ada yang berubah dalam setiap doa malamku…
tes vous, mon amour? ne savez-vous pas je t’aime?
Posted in a story of..., poems | 23 Comments »
Friday, May 27th, 2005
Tuhan,
sore ini aku menangis.. aku lelah..
lelah sekali sampai tak bisa berpikir lagi…
Tuhan,
aku lelah sekali… aku ingin meninggalkan dunia surrealitas ini…
aku… lelah sekali… aku ingin tidur…
Posted in poems | 11 Comments »
Tuesday, August 10th, 2004
niatnya sih, pengen nyambung postingan yang kemaren, tapi dibypass dulu ya.. ada beban berat yang gak bisa ditahan lagi dalam hati ini ^^
postingan ini, ditujukan untuk kamu *ini janjikuuhh*, kamu, kamu, dan kamu.. serta siapapun yang merasakan hal yang sama *list-nya masih panjang.. hehehe*
dan maap kepada teman-teman, saya mengingkari janji.. saya menulis puisi lagi di blog ini, tapi saya janji tidak untuk postingan berikutnya.. maap yaaa ^^
PS: tentu saja, puisi ini awalnya ditulis untuk kamu.. ditulis pagi-pagi buta setelah azan subuh, seperti biasanya..
aku ingin mencintaimu,
seperti momen inersia yang diungkapkan newton,
hanya diam sesaat,
lalu bergerak beraturan setiap kali dibutuhkan..
tapi aku belum bisa,
karena bahkan kau tak memiliki gravitasi,
karena kau bebas terbang dengan sayapmu..
aku lelah tetap menjadi gaya sentrifugal,
sementara kau menjadi sentripetal..
tidak bisakah kau hanya menjadi titik itu saja,
sementara aku yang menjadi gayanya?
bersediakah kau, untuk tetap diam,
dan aku yang memutari lingkaranmu?
agar aku bisa berjanji,
aku yang akan menjadi sentrifugalmu sepanjang nafasku
terjaga di setiap lelapmu,
dan melengkapimu dengan setiap kekuranganku
karena aku tak punya apa-apa..
karena aku, hanya punya hati ini,
dan cinta…
dan aku tadi malam mimpi kamu, senyum manis sekali
memelukku dalam tangis, karena letih menghadapi dunia.. kamu, tadi malam bener-bener cantik, dan kelihatannya usaha untuk diet itu gak percuma yah….?
bener-bener cantik..
yaah, setidaknya, terima kasih sudah datang jauh-jauh ke mimpiku, dan terima kasih telah tersenyum lagi..
jika, aku menghampirimu kesana, dan berdiri dibelakangmu detik kau membaca tulisan ini, memotong rambutku di depan kamu, membuang bungkus merah rokokku dan menemanimu setiap hari, menggenggam tangan kamu setiap saat, maukah kau mengubah mimpiku menjadi nyata? kumohon, jangan berfikir apapun lagi..
karena aku tidak lagi menyayangimu, karena aku sudah mulai mencintaimu..
Tuhan, tolong ampuni aku karena telah jatuh cinta lagi…
Posted in pemimpi subuh, poems | No Comments »
Tuesday, July 20th, 2004
aku tuliskan kalimat-kalimat ini disaat aku rindu
sangat rindu untuk bertemu denganmu
berharap sangat, bahkan hanya untuk bisa mendengar suaramu
walau aku tahu, kau tak mungkin mendengarku
aku tahu, kau begitu dekat
aku tahu itu, walau mungkin kau tak ingin mendekat…
sudahlah, mungkin memang aku hanya bisa jadi pemuja rahasiamu
orang yang akan selalu ada,
bahkan disaat mentari dan rembulan nanti bertemu
terima kasih, untuk semua tawa dan canda
terima kasih, untuk semua semangat dan nafas kehidupan
terima kasih, untuk semua perhatian dan harapan
namun, tolonglah tahu..
setiap kataku, memang terucap untukmu
dan saat ada anak adam lain yang mendekatimu,
katakan pada hatimu, aku suka kamu
ya, aku suka padamu…
[ditulis tepat setelah aku berdoa padaNya, bersyukur karena Dia telah menunjukkan kau kepadaku.. dinginnya air pagi ini, tak lagi berarti dibandingkan rindu dihati.. andai kau ada disini, untuk tahu, betapa indahnya subuh pagi ini...]
selamat datang di romantisme subuh, dimana kita semua adalah sahaya, dan cinta adalah tuannya
Posted in a story of..., pemimpi subuh, poems | No Comments »