<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Poetra Nasution - Pemimpi Yang Kurang Tidur &#187; poems</title>
	<atom:link href="http://ipoet.net/category/poems/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ipoet.net</link>
	<description>Mimpi dan Cerita Sang Musafir Lusuh</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 05:37:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Menggila Menanggung Rindu</title>
		<link>http://ipoet.net/199/</link>
		<comments>http://ipoet.net/199/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 20:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[poems]]></category>
		<category><![CDATA[gila]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/log/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Kugenggam terus tanganmu, Nascya kau peluk aku, bersandar manja aku mengerti jalan waktu cepat terasa tapi coba pejamkan mata, kubawa engkau mengunjungi syurganya dunia Kupandangi matamu semakin lama jawaban disana kutahu tak ada mataku pun basah, tapi entah mengapa Biarkan jam mengendur dan mengeluh ditengah keramaian kita berpeluh dipelukmu aku selalu merasa utuh duduklah bersamaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kugenggam terus tanganmu, Nascya<br />
kau peluk aku, bersandar manja<br />
aku mengerti jalan waktu cepat terasa<br />
tapi coba pejamkan mata,<br />
kubawa engkau mengunjungi syurganya dunia</p>
<p>Kupandangi matamu semakin lama<br />
jawaban disana kutahu tak ada<br />
mataku pun basah, tapi entah mengapa</p>
<p><span id="more-199"></span></p>
<p>Biarkan jam mengendur dan mengeluh<br />
ditengah keramaian kita berpeluh<br />
dipelukmu aku selalu merasa utuh<br />
duduklah bersamaku hingga nanti subuh</p>
<p>Kupandangi lagi matamu yang sayu<br />
maafkan lusa aku pergi semakin jauh<br />
kutinggal kini separuh hati untukmu<br />
dan kujemput lagi nanti,<br />
terhitung bulan tiga kali penuh<br />
semoga tak perlu hingga menjadi biru</p>
<p>Mengertilah ini, kau yang menjadi pujaan<br />
lelakimu ini seorang musafir lusuh<br />
namun sejauh apa aku berjalan<br />
di halaman rumahmu jua aku berlabuh</p>
<p><strong>* * * * *</strong></p>
<p>Lalu ketika kau tanya mana janjiku<br />
akan selalu kujawab dengan membisu<br />
tak perlu lah kau dengar mulut manisku<br />
aku tak bisa merayu seperti kekasihmu</p>
<p>Coba kau dengarkan saja detak jantungku<br />
ia berima bersajak kencang hanya untukmu<br />
selalu menggila jika menanggung rindu</p>
<p style="text-align: left;"><strong>* * * * *</strong></p>
<p>Antara aku, dia, dia, kau dan lelaki lainmu<br />
rasa ini menggila bagaikan badai peruntuh<br />
mereka punya cinta, mereka yakin begitu<br />
tapi aku punya hati, dan hanya kubagi untukmu</p>
<p style="text-align: left;"><strong>* * * * *</strong></p>
<p>Seberapa besarkah kau merindukanku,<br />
dan seberapa banyakkah kau mengingat aku,<br />
adakah seperti langit dan bintang-bintang itu?</p>
<p>Dengan jutaan kali lebih, aku menginginkanmu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/199/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>masih tersungkur untukmu</title>
		<link>http://ipoet.net/masih-tersungkur-untukmu/</link>
		<comments>http://ipoet.net/masih-tersungkur-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2006 14:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musuhnya.diki.or.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[keterjang gelap, rebahkan pekat.. kuperangkap rembulan, lelaplah disampingku.. kujungkir balikkan dunia, jika itu yang kau mau.. kuterangi langit malam, jika itu yang kau tunggu&#8230; lalu kau akan tahu, aku masih tersungkur untuk hatimu tak beranjak kemanapun, sampai kapanpun&#8230; hari ini pun, masih tetap kamu yang tersenyum manja di setiap sudut jalan dengan memegang bunga dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>keterjang gelap, rebahkan pekat..</p>
<p>kuperangkap rembulan, lelaplah disampingku..<br />
kujungkir balikkan dunia, jika itu yang kau mau..<br />
kuterangi langit malam, jika itu yang kau tunggu&#8230;</p>
<p>lalu kau akan tahu,<br />
aku masih tersungkur untuk hatimu<br />
tak beranjak kemanapun,<br />
sampai kapanpun&#8230;</strong></em></p>
<p>hari ini pun, masih tetap kamu yang tersenyum manja di setiap sudut jalan dengan memegang bunga dan berpakaian serba pink.. walaupun cuma bayangan, tapi masih kamu&#8230;</p>
<p>cuma kamu&#8230;</p>
<p>ah, kujungkir balikkan saja dunia ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/masih-tersungkur-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ketika,</title>
		<link>http://ipoet.net/ketika-2/</link>
		<comments>http://ipoet.net/ketika-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2005 11:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musuhnya.diki.or.id/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[ketika sebuah mimpi tak lagi berbentuk, maka yang tersisa hanyalah sebuah doa.. ketika hidup sudah tidak lagi terasa bermakna, mungkin mati menjadi sebuah solusi yang menggoda.. ketika memilih untuk mati menjadi sebuah dosa, mungkin doa untuk segera dicabut nyawa menjadi pertimbangan.. ketika, aku terbangun suatu pagi, dan merasa semua orang mengkhianati aku, tak ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika sebuah mimpi tak lagi berbentuk,<br />
maka yang tersisa hanyalah sebuah doa..</p>
<p>ketika hidup sudah tidak lagi terasa bermakna,<br />
mungkin mati menjadi sebuah solusi yang menggoda..</p>
<p>ketika memilih untuk mati menjadi sebuah dosa,<br />
mungkin doa untuk segera dicabut nyawa menjadi pertimbangan..</p>
<p>ketika, aku terbangun suatu pagi,<br />
dan merasa semua orang mengkhianati aku,<br />
tak ada yang tersisa tak jua seorang yang bisa memberi arti,</p>
<p>ketika itu, dosa dan kenangan sudah tak ada artinya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/ketika-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ketika,</title>
		<link>http://ipoet.net/ketika/</link>
		<comments>http://ipoet.net/ketika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2005 16:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musuhnya.diki.or.id/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[ketika kau mulai kesepian, dan tak ada yang mau menemani, saat itu kau akan mengerti apa artinya teman.. ketika kau ingin berkeluh-kesah, dan tak seorangpun yang mau mendengarkan, saat itu kau akan menghargai keramaian.. ketika kau mulai lelah, berhadapan dengan berkali-kali kegagalan, dan tak ada seorangpun yang mau memapah, tidak pula ada yang mendengarkan, saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika kau mulai kesepian,<br />
dan tak ada yang mau menemani,<br />
saat itu kau akan mengerti apa artinya teman..</p>
<p>ketika kau ingin berkeluh-kesah,<br />
dan tak seorangpun yang mau mendengarkan,<br />
saat itu kau akan menghargai keramaian..</p>
<p>ketika kau mulai lelah,<br />
berhadapan dengan berkali-kali kegagalan,<br />
dan tak ada seorangpun yang mau memapah,<br />
tidak pula ada yang mendengarkan,<br />
saat itu teman, kau akan mengerti apa arti kehidupan..</p>
<p>ketika semuanya menjadi tidak berarti,<br />
dan satu-satunya yang kau harapkan adalah sebuah senyuman&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/ketika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pujaan langit malam</title>
		<link>http://ipoet.net/pujaan-langit-malam/</link>
		<comments>http://ipoet.net/pujaan-langit-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2005 00:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[a story of...]]></category>
		<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musuhnya.diki.or.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[suatu malam yang kuingat jelas, aku sedang memandangi langit malam menunggu bintang jatuh, mencuri-curi saat untuk membuat sebuah permintaan lalu aku melihatmu&#8230;&#8230; bayanganmu berpendar sejuta warna. kau melesat secepat mahacahaya.. berliuk indah dengan penuh keanggunan, menukik dengan sempurna.. lalu pecah menjadi jutaan titik kecil, melukis langit dalam waktu beberapa detik. dan seisi jagad raya terpana&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>suatu malam yang kuingat jelas,<br />
aku sedang memandangi langit malam<br />
menunggu bintang jatuh,<br />
mencuri-curi saat untuk membuat sebuah permintaan</p>
<p>lalu aku melihatmu&#8230;&#8230;</p>
<p>bayanganmu berpendar sejuta warna.<br />
kau melesat secepat mahacahaya..</p>
<p>berliuk indah dengan penuh keanggunan,<br />
menukik dengan sempurna..<br />
lalu pecah menjadi jutaan titik kecil,<br />
melukis langit dalam waktu beberapa detik.<br />
dan seisi jagad raya terpana&#8230;</p>
<p>saat itu, aku melihatmu dimana-mana.</p>
<p>malam itu, aku jatuh cinta&#8230;.</p>
<p><em><strong>&#8220;Tuhan, aku ingin hidup dengannya..&#8221;</strong></em> hatiku yang berkata.</p>
<p>malam itu, 329 hari yang lalu.<br />
dan hingga kini, tak ada yang berubah dalam setiap doa malamku&#8230;</p>
<p><em>tes vous, mon amour? ne savez-vous pas je t&#8217;aime?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/pujaan-langit-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>aku minta,</title>
		<link>http://ipoet.net/exhausted/</link>
		<comments>http://ipoet.net/exhausted/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2005 07:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musuhnya.diki.or.id/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, sore ini aku menangis.. aku lelah.. lelah sekali sampai tak bisa berpikir lagi&#8230; Tuhan, aku lelah sekali&#8230; aku ingin meninggalkan dunia surrealitas ini&#8230; aku&#8230; lelah sekali&#8230; aku ingin tidur&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan,<br />
sore ini aku menangis.. aku lelah..<br />
lelah sekali sampai tak bisa berpikir lagi&#8230;</p>
<p>Tuhan,<br />
aku lelah sekali&#8230; aku ingin meninggalkan dunia surrealitas ini&#8230;</p>
<p>aku&#8230; lelah sekali&#8230; aku ingin tidur&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/exhausted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kepada, momen inersiaku</title>
		<link>http://ipoet.net/kepada-momen-inersiaku/</link>
		<comments>http://ipoet.net/kepada-momen-inersiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2004 01:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemimpi subuh]]></category>
		<category><![CDATA[poems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ipoet.net/log/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[niatnya sih, pengen nyambung postingan yang kemaren, tapi dibypass dulu ya.. ada beban berat yang gak bisa ditahan lagi dalam hati ini ^^ postingan ini, ditujukan untuk kamu *ini janjikuuhh*, kamu, kamu, dan kamu.. serta siapapun yang merasakan hal yang sama *list-nya masih panjang.. hehehe* dan maap kepada teman-teman, saya mengingkari janji.. saya menulis puisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>niatnya sih, pengen nyambung postingan yang kemaren, tapi dibypass dulu ya..  ada beban berat yang gak bisa ditahan lagi dalam hati ini ^^</p>
<p>postingan  ini, ditujukan untuk <a href="http://web.archive.org/web/20041023022648/http://mamatz.org/" target="_blank">kamu</a> <em>*ini janjikuuhh*</em>, <a href="http://web.archive.org/web/20041023022648/http://yogeeh.warnadunia.net/" target="_blank">kamu</a>, <a href="http://web.archive.org/web/20041023022648/http://emocation.com/" target="_blank">kamu</a>, dan <a href="http://web.archive.org/web/20041023022648/http://an.dinnaolivia.com/" target="_blank">kamu</a>.. serta siapapun yang merasakan hal yang sama  <em>*list-nya masih panjang.. hehehe*</em> <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dan maap kepada teman-teman, saya  mengingkari janji.. saya menulis puisi lagi di blog ini, tapi saya janji tidak  untuk postingan berikutnya.. maap yaaa ^^</p>
<p><em>PS: tentu saja, puisi ini  awalnya ditulis untuk <strong>kamu</strong>.. ditulis pagi-pagi buta setelah azan subuh,  seperti biasanya..</em></p>
<blockquote><p>aku ingin mencintaimu,<br />
seperti momen inersia yang diungkapkan  newton,<br />
hanya diam sesaat,<br />
lalu bergerak beraturan setiap kali  dibutuhkan..<br />
tapi aku belum bisa,<br />
<strong>karena bahkan kau tak memiliki  gravitasi</strong>,<br />
karena kau bebas terbang dengan sayapmu..</p>
<p>aku lelah  tetap menjadi gaya sentrifugal,<br />
sementara kau menjadi sentripetal..<br />
tidak  bisakah kau hanya menjadi titik itu saja,<br />
sementara aku yang menjadi  gayanya?</p>
<p>bersediakah kau, untuk tetap diam,<br />
dan aku yang memutari  lingkaranmu?<br />
agar aku bisa berjanji,<br />
aku yang akan menjadi sentrifugalmu  sepanjang nafasku<br />
terjaga di setiap lelapmu,<br />
dan melengkapimu dengan  setiap kekuranganku</p>
<p>karena aku tak punya apa-apa..<br />
karena aku, hanya  punya hati ini,<br />
<strong>dan cinta&#8230;</strong></p></blockquote>
<p>dan aku tadi malam  mimpi <strong>kamu</strong>, senyum manis sekali <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  memelukku dalam tangis, karena letih  menghadapi dunia.. kamu, tadi malam bener-bener cantik, dan kelihatannya usaha  untuk diet itu gak percuma yah&#8230;.? <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  bener-bener cantik..</p>
<p>yaah, setidaknya,  terima kasih sudah datang jauh-jauh ke mimpiku, dan terima kasih telah tersenyum  lagi..<br />
<em></em></p>
<p><em></em><em>jika, aku menghampirimu kesana, dan berdiri dibelakangmu detik kau  membaca tulisan ini, memotong rambutku di depan kamu, membuang bungkus merah  rokokku dan menemanimu setiap hari, menggenggam tangan kamu setiap saat, maukah  kau mengubah mimpiku menjadi nyata? kumohon, jangan berfikir apapun lagi..<br />
</em></p>
<p><em></em><em>karena aku tidak lagi menyayangimu, karena aku sudah mulai  mencintaimu..</em></p>
<p><em>Tuhan, tolong ampuni aku karena  telah jatuh cinta lagi&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/kepada-momen-inersiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

