<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Poetra Nasution - Pemimpi Yang Kurang Tidur &#187; daily scratchs..</title>
	<atom:link href="http://ipoet.net/category/daily-scratchs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ipoet.net</link>
	<description>Mimpi dan Cerita Sang Musafir Lusuh</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 11:14:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Komputasi Awan dengan XCloud</title>
		<link>http://ipoet.net/xcloud/</link>
		<comments>http://ipoet.net/xcloud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 13:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[xcloud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum buru-buru membayangkan bagaimana caranya membawa sebuah komputer dan bekerja di awan, atau berangan-angan bisa bersantai dengan angin sepoi-sepoi sambil berselancar dengan pemandangan burung-burung yang berterbangan di bawah awan, saya ingin menyampaikan, komputasi awan bukanlah mengenai semua hal itu. Komputasi awan (atau istilah kerennya, cloud computing) adalah salah satu terminologi dalam, err, komputasi. Jadi, selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum buru-buru membayangkan bagaimana caranya membawa sebuah komputer dan bekerja di awan, atau berangan-angan bisa bersantai dengan angin sepoi-sepoi sambil berselancar dengan pemandangan burung-burung yang berterbangan di bawah awan, saya ingin menyampaikan, komputasi awan bukanlah mengenai semua hal itu.</p>
<p>Komputasi awan (atau istilah kerennya, cloud computing) adalah salah satu terminologi dalam, err, komputasi. Jadi, selain istilah cloud computing, juga ada distributed computing, ada juga grid computing. Ok, ini penting, put. #garukkepala</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cloud Application" src="http://ipoet.net/wp-content/uploads/2012/05/cloud.jpg" alt="Cloud Application" /></p>
<p>Baiklah saya akui, saya kurang bisa menghapal definisi, tapi kurang lebih begini, komputasi awan itu adalah sebuah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan penyimpanan data di berbagai server, sehingga kita tidak (perlu) tahu dimana fisiknya server-server tersebut. Berbeda dengan data-hosting konvensional, data kita “bertebaran” di lebih dari banyak server yang saling berbagi sumber daya dan fasilitas, sehingga lebih aman dan tidak bergantung pada perangkat keras dari satu server saja.</p>
<p><span id="more-699"></span></p>
<p>XCloud yang saya cantumkan pada judul juga bukan berarti awan bekas, atau awan second-hand. Xcloud adalah sebuah layanan baru dari XL, sebagai bagian dari persembahan XL Memajukan Negeri. Hebatnya, XL tidak cuma bekerjasama dengan satu, tidak juga dua partner, melainkan ENAM partner yang sudah terkenal, baik nama maupun kualitasnya. Untuk merealisasikan layanan XCloud ini, XL bekerjasama dengan Huawei, Fujitsu, IBM, Intratech, Mandawani, dan Microsoft. Pernah dengar dooong? <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seperti yang disampaikan oleh salah satu idola saya, Mas Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL, “XL ingin menjadi salah satu penyedia jasa solusi komputasi awan yang terdepan di Indonesia. Meski saat ini sudah cukup banyak para pelaku bisnis komputasi awan, namun XL siap untuk terjun ke bisnis ini dengan membawa suatu visi yang dapat dikatakan berbeda. XL percaya bahwa dengan berkolaborasi dengan banyak pihak maka solusi yang akan dihasilkan dapat dimaksimalkan. Karena itu, XL bekerja sama bukan hanya dengan satu atau dua mitra, melainkan bekerja sama dengan beberapa mitra sekaligus.”</p>
<p>Nah, untuk saat ini, solusi yang ditawarkan oleh XCloud berfokus pada area Public Public Infrastructure as a Services (IaaS). Beberapa layanan yang tersedia memang sudah menjadi kebutuhan pelaku dan pengguna teknologi informasi, seperti layanan hosting, penyimpanan data, serta server melalui jaringan public internet.</p>
<p>Tak cuma itu, XCloud juga sudah siap menyediakan layanan Software as a Services (Saas), terutama untuk produk baru dari Microsoft yang diberi nama Microsoft Office 365, dan XL adalah operator pertama yang ditunjuk oleh Microsoft untuk mempersiapkan layanan yang sangat inovatif tersebut.</p>
<p>Komitmen XL dalam menyiapkan layanan XCloud ini sendiri patut diacungi jempol. Bekerja sama dengan mitra yang ada, XL sendiri bahkan siap untuk menyediakan layanan komputasi awan bagi pelanggan yang ingin agar datanya disimpan di data center berkualitas internasional di Singapura, di tempat perusahaan-perusahaan raksasa seperti Amazon mempercayakan penyimpanan datanya.</p>
<p>Kalau ingin data center di Indonesia gimana, Put? Oh, tentu sudah pasti ada dong. Tarif-nya pun sudah pasti sangat kompetitif, tentunya juga dengan sertifikasi dari sejumlah vendor terkemuka. Disediakan juga Service Center yang mumpuni, dengan harapan bisa menghadirkan solusi komputasi awan total yang diinginkan para pelanggan.</p>
<p>Memangnya apa kelebihannya kalau menggunakan XCloud, Put? Nah, setidaknya ada empat manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh pengguna layanan XCloud: simpel, cepat, fleksibel, dan biayanya dapat dikontrol. Kita hanya perlu membayar apa yang kita pakai.<br />
Tentunya dalam memilih produk dan layanan, kita perlu ekstra hati-hati, agar tidak seperti beli kucing dalam karung, kan? Tapi kalau XL Axiata sih kayaknya gak perlu lagi kualitasnya sebagai salah satu operator terbaik di Asia. Kenapa? Karena Axiata Group sendiri memiliki banyak sekali jaringan di berbagai negara di Asia, seperti Robi di Bangladesh, HELLO di Kamboja, Idea di India, MTCE di Iran, Celcom di Malaysia, Multinet di Pakistan, M1 di Singapura, SIM di Thailand, daaan Dialog di Sri Lanka. Fiuhhh, banyak juga ya teman-temannya, hehe <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>So, dengan tren komputasi yang semakin bergerak (mobile) serta banyaknya device / gadget yang dimiliki, layanan komputasi awan sangat membantu kita untuk bisa mengakses data-data yang kita butuhkan dimanapun dan dari perangkat apapun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/xcloud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Memajukan Negeri</title>
		<link>http://ipoet.net/tentang-memajukan-negeri/</link>
		<comments>http://ipoet.net/tentang-memajukan-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 16:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[edusolutions]]></category>
		<category><![CDATA[memajukan negeri]]></category>
		<category><![CDATA[sifoster]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua pasti pernah mendengar kalimat tentang bagaimana generasi muda adalah calon pemimpin bangsa. Ada banyak sekali lagu, puisi atau pepatah yang menyematkan kata pemuda di dalamnya. Salah satu quote favorit saya tentunya dari Bung Karno, seorang proklamator Indonesia yang mengatakan, &#8220;Berikan Aku 10 Pemuda maka akan kuguncang dunia&#8221;. Tentunya bukan tanpa alasan mengapa peran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua pasti pernah mendengar kalimat tentang bagaimana generasi muda adalah calon pemimpin bangsa. Ada banyak sekali lagu, puisi atau pepatah yang menyematkan kata pemuda di dalamnya. Salah satu quote favorit saya tentunya dari Bung Karno, seorang proklamator Indonesia yang mengatakan, &#8220;Berikan Aku 10 Pemuda maka akan kuguncang dunia&#8221;.</p>
<p>Tentunya bukan tanpa alasan mengapa peran pemuda sangat penting bagi masa depan. Generasi muda adalah harapan, dan juga agen perubahan yang bisa menggerakkan apa saja, sehingga sangat penting agar para pemuda harapan bangsa ini dibekali dengan ilmu yang cukup. Sebagai salah satu faktor penggerak, pemuda atau remaja juga adalah segmen yang sangat potensial bagi bisnis apapun, termasuk bagi operator seluler. Pak Hermawan Kertajaya menyebut bahwa segmen yang sangat berpengaruh dalam marketing adalah Youth, Women dan Netizen. Lagi-lagi, remaja adalah salah satu faktor yang sangat penting.</p>
<p><span id="more-676"></span></p>
<p>Ada satu hal yang ingin saya cermati, tentang bagaimana segmen bisnis berperan dalam hal ini. XL Axiata misalnya, mengenalkan Layanan XL Edusolutions, yaitu solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa sifoster dan free WiFi di sekolah dan perguruan tinggi yang telah menjadi partner XL dan bergabung dalam program XL School &amp; Campus Community.</p>
<p>Kalau menurut Mas Titus Dondi, VP Enterprise and Community dari XL, program XL School &amp; Campus Community adalah bagian dari “Persembahan XL Memajukan Negeri” yang didesain sedemikian rupa sehingga selain bisa mengelola komunitas pelajar dan anak-anak muda, juga bisa menjadi sarana bagi XL untuk turut serta membina dan berpartisipasi dalam pengembangan dunia pendidikan Indonesia.</p>
<p>JXL Axiata sendiri menargetkan 2500 sekolah untuk bergabung dalam program XL Edusolutions ini. Sedangkan, sekarang sudah ada setidaknya 1000 sekolah dan kampus yang sudah mendapatkan XL Sifoster, dan ada lebih dari 185 sekolah dan kampus yang mendapatkan free wifi.<br />
Diluncurkan sejak 1 Mei 2010, Program XL Youth &amp; Campus Community meliputi Educations Development: Program pengembangan pendidikan, Try Out, Workshop, Kuliah Umum, XL Visit, dan lain-lain.</p>
<p>Dari tadi ngomongin XL Sifoster, emang apaan sih itu, Put? Hehe. Jadi, Sifoster itu singkatan dari Sistem Informasi sekolah terpadu. Sifoster ini sendiri adalah layanan digital terintegrasi melalui platform internet dan SMS. Dengan layanan ini, pelajar dan orang tua bisa mendapatkan informasi dengan cepat dari sekolah dan kampus. Sampai saat ini, sudah lebih dari 1000 sekolah dan kampus yang sudah dipasangi “Sifoster”, dan ditargetkan akan bertambah jadi 2500 sekolah dan kampus se-Indonesia. Keren gak tuh? <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, karena mafhum sifat dasarnya pelajar dan mahasiswa yang bisa beli modem tapi gak bisa isi pulsa (haha, becandaaa), XL juga memberikan XL Free WiFi di sekolah / kampus dengan speed up to 1 Mbps. Dengan Hot Spot dari XL ini, pelajar dan mahasiswa bisa mengakses internet gratis di laptop, smartphone maupun gadget mutakhir lainnya. Sampai saat tulisan ini diturunkan (tsaahhh), sudah lebih dari 185 sekolah dan kampus yang mendapatkan fasilitas ini. Jangan takut kalau sekolah / kampusnya belum kebagian, karena ditargetkan sampai akhir 2012 akan ada total 500 lokasi yang mendapatkan fasilitas ini.</p>
<p>Selain program di atas, XL juga membuka diri bagi sekolah / kampus yang ingin bergabung dalam Program XL School Campus Community. Jadi, adik-adik pelajar dan mahasiswa tidak perlu risau sekolah / kampusnya ketinggalan informasi dan teknologi terbaru. Caranya gampang kok, adinda tinggal mengirimkan email ke youth@xl.co.id. Gampang kan? <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga dengan program ini, makin banyak generasi muda yang cerdas, up-to-date, dan bisa menjadi penerus serta pahlawan-pahlawan baru bagi bangsa. Amiiin <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/tentang-memajukan-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Revolusi Sepatu Kets</title>
		<link>http://ipoet.net/revolusi-sepatu-kets-2/</link>
		<comments>http://ipoet.net/revolusi-sepatu-kets-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 07:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sejak lama saya menjadi seorang warga negara yang pesimistis; yang beranggapan bahwa cuma &#8220;hadiah dari langit&#8221; yang bisa menyelamatkan negara ini, bahwa cuma keajaiban yang bisa membantu Indonesia dari menjadi negara terpuruk. Saya bisa jelaskan mengapa. Ketika atmosfir perubahan begitu terasa di pulau jawa, khususnya di ibukota negara dan sekitarnya, dan di-blowup sedemikian kencangnya melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah sejak lama saya menjadi seorang warga negara yang pesimistis; yang beranggapan bahwa cuma &#8220;hadiah dari langit&#8221; yang bisa menyelamatkan negara ini, bahwa cuma keajaiban yang bisa membantu Indonesia dari menjadi negara terpuruk.</p>
<p>Saya bisa jelaskan mengapa. Ketika atmosfir perubahan begitu terasa di pulau jawa, khususnya di ibukota negara dan sekitarnya, dan di-<em>blowup</em> sedemikian kencangnya melalui media sejak masa reformasi, saya tidak menemukan perubahan signifikan ke arah yang positif di daerah-daerah lainnya.</p>
<p>Saya bisa mempertanggungjawabkan paragraf di atas, karena sejak tahun 2001 saya telah hidup nomaden-semi-permanen di kota-kota sepanjang jawa, dan saya paham betul kultur di tanah kelahiran saya: Sumatera.</p>
<p><span id="more-672"></span></p>
<p>Bahwa memang ada pertumbuhan ekonomi seperti yang digembar-gemborkan di media, betul. Bahwa secara makro ekonomi kita membaik bahkan ketika negara lain terpuruk, juga memang betul. Tapi mayoritas orang yang saya temui di sepanjang perjalanan saya berkelana, umumnya punya pendapat sama. Di negara ini, semua hal bisa diatur dengan uang. Bahasa kerennya, <em><strong>hepeng na mangatur nagaraon</strong></em>.</p>
<p>Ini juga bisa kita lihat dari statistik sosial kita. Dalam jangka 11 tahun semenjak reformasi bergulir, tak kurang dari, umm, banyak lah pokoknya, pejabat daerah yang menjadi pesakitan di hotel prodeo. Itu belum termasuk level menteri, pegawai negeri, penegak hukum (iya, penegak hukum), wakil rakyat, dan sejenisnya. Mereka ini orang-orang yang menghianati rakyat yang harusnya mereka bela, yang sepatutnya mereka layani, yang menaruh harapan kepada mereka.</p>
<p>Tapi saya (mulai) berhenti (menjadi pesimis) sejak tanggal 19 Oktober 2011, hari dimana pak Dahlan Iskan dilantik menjadi menteri BUMN. Saya sudah tau lama mengenai beliau, sering membaca tulisannya, tapi baru mulai mengamati (secara intensif) beliau sejak jadi direktur PLN. Dan kalau ada yang paling mencolok dari beliau, adalah sepatu kets-nya.</p>
<p>Apa pentingnya, Put? Tanya seorang kawan. Tentu saja, itu cuma sepatu. Tapi dengan simbol sepatu kets itu pula beliau mendobrak (hampir) semua pakem dan bayangan masyarakat tentang seorang pejabat. Tentu saja, beliau punya mobil mewah, tapi itu mobilnya sendiri. Benar juga, beliau punya rumah &#8220;gedong&#8221;, namun lagi-lagi itu milik beliau pribadi. Belum lagi masalah anti-protokoler, pilihan tempat menginap saat kunjungan kerja, strategi, dan masih banyak lagi lainnya. <a title="Dahlan Iskan" href="https://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8&amp;q=dahlan+iskan">Silahkan mencari tahu sendiri</a> :)</p>
<p>Maka, Malaysia dan Singapura, berhati-hatilah kalian. Kami sekarang punya menteri BUMN sekelas seorang Dahlan Iskan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/revolusi-sepatu-kets-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyoal Kepuasan Pelanggan</title>
		<link>http://ipoet.net/menyoal-kepuasan-pelanggan/</link>
		<comments>http://ipoet.net/menyoal-kepuasan-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 09:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kuota]]></category>
		<category><![CDATA[realtime]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[“Kak Putra, tanya dong, kartu apa yang paling bagus untuk modem gsm? Yang paling cepat, stabil dipakai download 24 jam, banyak gratisannya, dan harganya murah, hehe” adalah pertanyaan yang paling sering saya terima menyoal koneksi internet. Sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya, tentunya), adalah seorang mahasiswa yang tidak begitu mengikuti perkembangan dunia teknologi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kak Putra, tanya dong, kartu apa yang paling bagus untuk modem gsm? Yang paling cepat, stabil dipakai download 24 jam, banyak gratisannya, dan harganya murah, hehe” adalah pertanyaan yang paling sering saya terima menyoal koneksi internet. Sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya, tentunya), adalah seorang mahasiswa yang tidak begitu mengikuti perkembangan dunia teknologi dan telekomunikasi—bahasa gaulnya, gaptek.</p>
<p>Bunga ini memiliki banyak teman-teman yang juga ingin tampak gaul dan eksis di dunia internet dan jagad per-gadget-an, tapi ya lagi-lagi, mereka selalu memiliki keluhan disana-sini, entah itu jaringan yang tidak prima, BBM yang pending, browsing lelet, dan sejenisnya. Lucunya, mereka sering beradu pendapat, karena menurut si A, operator H adalah yang paling baik, namun menurut si B operator H sangat tidak bisa diandalkan, dan lebih menganjurkan operator J.</p>
<p>Menakar kepuasan seorang pelanggan memang sangat sulit, karena ada banyak sekali variabel yang membentuk kepuasan tersebut. Saya sendiri sebagai pelaku bisnis merasakan, bagaimana kian hari tuntutan untuk mendapatkan sesuatu yang sempurna sangat sulit untuk dipenuhi.</p>
<p><span id="more-667"></span></p>
<p>Untuk contoh kasus Bunga dan geng gaulnya misalnya, variabelnya tentu meliputi jenis handset, coverage daerah, banyaknya pengguna di daerah tersebut, dan frekuensi penggunaannya. Ini selalu saya tekankan, karena hampir semua operator sama saja kasusnya. Belum pernah sejarahnya saya mendengar satu operator yang dipuji semua orang kesempurnaan kualitasnya.</p>
<p>“Terus, gimana dong milih kartu yang bisa Bunga pake, kakak?” demikian curahan hatinya. Bunga memang tinggal di daerah perkotaan, sehingga hampir semua operator sama baik coverage dan fasilitasnya. Saya yang masih menyeruput kopi baru ingin menjawab, tapi sudah ditimpali temannya, sebut saja namanya Citra (juga bukan nama sebenarnya), “Pakai yang paling mengerti kebutuhan kita-kita, dan paling baik pelayanan terhadap pelanggannya dong, Bung…” Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa panggilannya jadi ‘Bung’, dan kenapa bukan ‘Nga’. #salahfokus</p>
<p>“Jadi siapa dong yang paling bisa mengerti kebutuhan kita-kita, dan paling baik pelayanan terhadap pelanggannya, tra?” Dan lagi-lagi saya bertanya, kenapa panggilannya harus ‘Tra’ dan bukannya ‘Cit’, tapi demi asas “balas dendam”, langsung saya sela Citra sebelum sempat menjawab. “Setau aku sih, XL paling bisa diandalkan dalam mengerti kebutuhan dan melayani pelanggannya.” Mimik muka Bunga penuh tanda tanya, dan mimik muka Citra penuh dengan kekesalan karena balas disela. <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya terangkan bahwa jika mereka menggunakan kartu perdana XL, mereka tidak perlu repot-repot memintai bantuan saya untuk setting APN / Proxy dan segala printilan lainnya. Dengan kata lain, begitu kartunya dimasukkan ke telepon selular / tablet, internetnya sudah langsung jalan dengan lancar. Muka Bunga dan Citra langsung berubah ceria. “Jadi gak perlu traktir kak Putra minum kopi lagi dong karena minta tolong settingin tablet kita?” sahut mereka sambil mengedipkan mata. Alamak, hilang sudah traktiran kopi gratis saya berikutnya. Tapi memang harus saya beritahukan kepada mereka, kan? <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>“Terus, kalau untuk cek kuota pemakaian internet kita gimana, kak?” celetuk teman mereka yang lainnya, kita sebut saja namanya Lestari (sudah hampir pasti, ini juga bukan nama sebenarnya). “Nah kalau itu, harus tetap traktir kopi, baru aku bantuin,” ujar saya dengan senyum licik ala sinetron.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cek Kuota Internet XL via SMS" src="http://dl.dropbox.com/u/26805785/xl/sms.PNG" alt="" width="320" height="480" /></p>
<p>Mereka sebagai anak gaul tahu bahwa saya becanda, dan memaksa untuk diberi tahu tips dan triknya. “Kalau mau cek kuota penggunaan internet dan masa berlaku, tinggal SMS dengan mengetik KUOTA, terus kirim deh ke 868,” saya jeda lalu menyeruput kopi lagi. Mimik muka mereka bertiga masih belum puas, maka saya lanjutkan lagi, “bisa juga tekan *123# di handset kalian, lalu pilih ‘pengaturan internet’, kemudian pilih ‘cek kuota’.” Seperti saya sebut di atas, mereka bukanlah tipe pelanggan yang mudah puas, masih menunggu tips dan trik lainnya.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cek Kuota Internet XL via *123#" src="http://dl.dropbox.com/u/26805785/xl/ussd.PNG" alt="" width="320" height="480" /></p>
<p>Setelah pesanan French fries saya datang, baru saya keluarkan senjata pamungkas saya, “selain itu bisa juga masuk ke browser dan ketik alamat url http://123.xl.co.id. Gak perlu login,” ujar saya.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Cek Kuota Internet XL via browser" src="http://dl.dropbox.com/u/26805785/xl/wap01.PNG" alt="" width="320" height="480" /><br />
<img class="aligncenter" title="Ganti Paket Internet XL via browser" src="http://dl.dropbox.com/u/26805785/xl/wap02.PNG" alt="" width="320" height="480" /></p>
<p>“Dan oh iya, semua fitur itu REALTIME, artinya pemakaiannya langsung terdeteksi otomatis, tanpa ada jeda waktu,” kata saya. Dan setelah itu, buru-buru saya kabur, sebelum mereka minta penjelasan lain-lain lagi.</p>
<p>Tapi ternyata, setelah itu, memang hilang benar traktiran kopi gratis untuk saya. Nasib oh nasib…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/menyoal-kepuasan-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Bermain Games</title>
		<link>http://ipoet.net/kotagames/</link>
		<comments>http://ipoet.net/kotagames/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 08:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[kotagames]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[selular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Saya harus mengaku dosa, bahwa walaupun sejak umur 12 tahun saya sudah jadi geek, saya bukan tipikal orang yang kecanduan game (permainan komputer). Jumlah games yang terpasang di komputer saya selama 16 tahun lebih jadi pecandu komputer bisa dihitung dengan jari orang tangan sebuah keluarga yang ikut program Keluarga Berencana. *halah* Tapi bukan berarti juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya harus mengaku dosa, bahwa walaupun sejak umur 12 tahun saya sudah jadi <em>geek</em>, saya bukan tipikal orang yang kecanduan game (permainan komputer). Jumlah <em>games</em> yang terpasang di komputer saya selama 16 tahun lebih jadi pecandu komputer bisa dihitung dengan jari orang tangan sebuah keluarga yang ikut program Keluarga Berencana. *halah*</p>
<p>Tapi bukan berarti juga saya tidak suka sama sekali. Ada beberapa permainan komputer yang sempat hadir dan—sangat menyita waktu—dalam kehidupan saya, umumnya sih yang berjenis Role Playing Games (RPG) atau simulasi strategik. Namun lantas saya tinggalkan sama sekali, karena ya itu, menyita waktu. Saya jadi bisa menghabiskan 10 jam di depan komputer hanya untuk bermain game tersebut, tanpa melakukan kegiatan produktif lainnya.</p>
<p>Nah, tapi sekarang ini jamannya sudah berbeda. Game sekarang sudah bisa dimainkan di berbagai macam perangkat, tidak cuma di komputer. Banyaknya perangkat bergerak yang mungil, ringkas dan ringan, memungkinkan kita untuk bisa bermain game dimana saja, kapan saja, jika ada waktu senggang. Sebut saja misalnya, waktu sedang menunggu antrian, waktu <em>nemenin</em> istri ke salon, atau sedang merenung di (maaf) toilet. Hehe. <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-661"></span></p>
<p>Bermain game di perangkat bergerak sekarang boleh dibilang cukup membantu bagi saya untuk membunuh waktu. Kebetulan saya memang memiliki sebuah komputer tablet yang selalu setia menemani saya beraktivitas dari pagi sampai malam. Tapi ada satu kelemahan yang sudah menjadi rahasia umum, bahwa bermain game di komputer tablet sangat menghabiskan waktu, terutama apabila jenis permainannya sangat menuntut kinerja kartu grafis dan prosesor yang tinggi. Selain itu, harga sebuah komputer tablet yang mumpuni boleh dibilang cukup menguras dompet.</p>
<p>Terus, apa dong alternatifnya, Put? Kita-kita kan juga pingin main game dimana saja dan kapan saja, tanpa harus mengeluarkan anggaran tambahan. Begitu kurang lebih pertanyaan banyak teman-teman saya yang iri melihat saya bisa membunuh waktu dengan menyenangkan. Well, jangan khawatir, karena sekarang sudah ada yang namanya KotaGames.</p>
<p>Bukan, ini bukan sebuah daerah baru hasil pemekaran di Indonesia. KotaGames adalah sebuah situs dimana kita bisa bermain games dan terhubung dengan orang lain, istilah kerennya social game. Apalagi itu, Put? Gampangnya, social game itu adalah jenis permainan yang memungkinkan kita untuk bisa berkolaborasi dan terhubung dengan para pemain lainnya.</p>
<p>Tapi kita gak pakai smartphone, Put. Demikian ujar beberapa orang. Jangan khawatir, Kotagames itu berbasis WAP, sehingga bisa diakses melalui semua jenis telepon selular (HP), termasuk feature phone. Canggih gak tuh? J</p>
<p>Wah, berarti perlu pakai pulsa dong, Put? Kata beberapa orang lagi. Nah, ini dia kerennya, walaupun KotaGames berbasis WAP, kita gak perlu khawatir menghabiskan banyak pulsa untuk memainkannya. Kalau kamu pelanggan XL, cukup membayar Rp550 untuk bisa bermain sepuasnya, selama 24 jam, plus mendapatkan 1000 KGold. Sepuasnya, Put? Iya, sepuasnya!</p>
<p>Selain itu, KotaGames menyediakan tidak hanya satu, melainkan enam games yang bisa dipilih, yaitu Demon Hunter, Monster Fight, Hermit Defense, Meteor City, Fun Factory dan Club Wars Advance. Kurang apa lagi coba?</p>
<p>Oke, Put, cukup cuap-cuapnya. Gimana caranya kalau kita mau main? Gampang, tinggal akses <a href="http://m.kotagames.com/">http://m.kotagames.com</a> dari telepon selular kamu, dan kamu bisa langsung mendaftar. Proses pendaftarannya juga tidak sulit, gak sampai 2 menit. Atau kamu bisa juga ketik *123*5888# kalau gak mau repot.</p>
<p>Bisa dari semua operator gak, Put? Ya bisa sih, tapi akses datanya ditanggung sendiri, yah. Cuma XL yang ngasih promo Rp550 untuk main sepuasnya, hehe.</p>
<p>Ah udah ah, kepanjangan cuap-cuap. Sampai ketemu di KotaGames :p<br />
*tutup laptop, ambil HP*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/kotagames/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budi Pekerti Luhur</title>
		<link>http://ipoet.net/budi-pekerti-luhur/</link>
		<comments>http://ipoet.net/budi-pekerti-luhur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 08:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[just a thought...]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budi pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[hospitality]]></category>
		<category><![CDATA[luhur]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, salah seorang langganan di warungku membeli jajanan seperti biasanya. Dia juga berombongan dengan teman-temannya, masih seperti biasanya. Namun tiba-tiba dia mengucapkan sesuatu yang membuat aku berpikir panjang, &#8220;brother, my friends said that brother are handsome&#8221;. Polos, sambil lihat kanan kiri lalu cekikikan. Bukan soal aku dibilang &#8211;ehm&#8211; ganteng itu yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, salah seorang langganan di warungku membeli jajanan seperti biasanya. Dia juga berombongan dengan teman-temannya, masih seperti biasanya. Namun tiba-tiba dia mengucapkan sesuatu yang membuat aku berpikir panjang, &#8220;brother, my friends said that brother are handsome&#8221;. Polos, sambil lihat kanan kiri lalu cekikikan.</p>
<p>Bukan soal aku dibilang &#8211;ehm&#8211; ganteng itu yang membuat aku berpikir panjang &#8211;toh mereka adalah anak-anak SMP, tapi soal kalimatnya itu. Sadar nggak, ada yang aneh dengan kalimat itu?</p>
<p><span id="more-464"></span>Dia bilang, &#8220;..brother are handsome&#8221;, bukan &#8220;..you are handsome&#8221;. Menjadi sesuatu hal yang bisa dipahami kalau dia mengucapkan kalimat itu dengan grammar atau pronounciation yang berantakan. Tapi tidak, dia mengucapkannya dengan grammar dan pronounciation yang sangat baik.</p>
<p>Lantas setelah mereka semua selesai cengar-cengir (termasuk aku sendiri) dan bubar, aku jadi menganalisa kejadian itu. Kenapa dia menggunakan kata &#8220;brother&#8221; alih-alih &#8220;you&#8221;?</p>
<p>Baru aku pahami kemudian, bahwa mungkin dia bukannya tidak fasih berbahasa Inggris, atau tidak sengaja karena grogi. Dia memang sengaja menggunakan kata itu. Karena, di negeri ini tidak wajar kalau kita memanggil orang yang lebih tua dengan panggilan &#8220;kamu&#8221;, walaupun hanya sebagai keterangan penunjuk.</p>
<p>&#8220;Bang, kata kawan-kawanku <strong>kamu</strong> ganteng&#8221;, adalah sebuah kalimat yang tidak sopan. Kalimat itu biasanya terucap dengan format seperti, &#8220;Bang, kata kawan-kawan <em>awak</em> <strong>abang</strong> ganteng&#8221;.</p>
<p>Oh iya, di kampung saya sini, sangat tidak sopan membahasakan diri dengan kata &#8220;aku&#8221; kepada yang lebih tua, apalagi kepada orang yang beneran sudah tua. Biasanya kita menggunakan kata &#8220;awak&#8221; ataupun membahasakan diri dengan nama.</p>
<p>Terkesan gak penting ya? Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, nilai-nilai seperti ini yang sudah mulai hilang di Indonesia. Sebuah identitas budaya yang sangat penting.</p>
<p>Maka aku pun jadi mengingat dan akrab dengan anak itu dan teman-temannya. Bukan, bukan karena mereka bilang aku ganteng, tapi karena selain mereka ramah (banyak juga yang ceriwis sekali dan jutek), mereka juga sopan sekali. Dan karena itu juga aku jadi hapal nama mereka, dan melayani belanjaan mereka dengan lebih baik, dan dengan senang hati.</p>
<p>Aku ingat waktu kecil dulu, negara tercinta ini terkenal dengan hospitality-nya kepada orang lain. Senyum dan keramahan itu pula yang mengantarkan banyak orang asing jatuh cinta terhadap negeri yang <em>gemah ripah loh jinawi</em> ini. Tolong menolong dan gotong royong itu sih sudah jadi kewajiban. <strong>Dulu</strong> (?).</p>
<p>Mendadak aku menjadi rindu terhadap kata &#8220;budi pekerti luhur&#8221;. Kata itu bukan sekedar retorika, dan bukannya tidak ada maksudnya. Ketika kita bisa saling menghargai dan menyayangi, maka semua hal akan menjadi lebih mudah. Percaya atau tidak, silahkan dipraktekkan saja.</p>
<p>Kita rame-rame teriak anti neo-liberalisme dan neo-kapitalisme ada dimana-mana, tapi disaat yang bersamaan waktu ada seorang tua renta yang menengadahkan tangan, kita semua mencibir, menghakimi bahwa beliau adalah orang yang pemalas dan tidak mau bekerja. Karena, setelah dipikir-pikir dengan baik, menolak halus dengan senyum pun tak ada ruginya.</p>
<p>Ucapan anak-anak itu kemarin pun &#8220;menyentil&#8221; hatiku. Teguran mungkin, mengingatkan diri yang semakin tidak perduli terhadap lingkungan sekitar. Dan lantas aku pun membongkar-bongkar hati mencari rasa budi pekerti, tenggang rasa dan sayang menyayangi itu diantara penyakit-penyakit yang semakin menggerogoti hati ini.</p>
<p>Semoga belum terlambat. Semoga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/budi-pekerti-luhur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan ini&#8230;</title>
		<link>http://ipoet.net/ramadhan-ini/</link>
		<comments>http://ipoet.net/ramadhan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 19:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetra</dc:creator>
				<category><![CDATA[daily scratchs..]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipoet.net/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan kali ini terasa sedikit lebih khusyuk, entah mengapa. Walaupun sesekali masih muncul godaan di malam harinya, tapi melewatkan malam tanpa berkumpul berjamaah di surau besar dekat rumah rasanya sungguh sayang. Sengaja pula dipilih surau yang agak jauh itu, karena disana setiap malamnya ada ceramah sebelum bertarawih. Tak setiap malam memang &#8211;seperti saya katakan, godaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadhan kali ini terasa sedikit lebih khusyuk, entah mengapa. Walaupun sesekali masih muncul godaan di malam harinya, tapi melewatkan malam tanpa berkumpul berjamaah di surau besar dekat rumah rasanya sungguh sayang.</p>
<p>Sengaja pula dipilih surau yang agak jauh itu, karena disana setiap malamnya ada ceramah sebelum bertarawih. Tak setiap malam memang &#8211;seperti saya katakan, godaan terkadang ada&#8211; namun sebisa mungkin saya usahakan bermakmum kesana.</p>
<p><span id="more-459"></span></p>
<p>Rasanya pula, baru kemarin sekali ibunda memasak sahur dan ayahanda membangunkan kami. Memang mungkin kealpaan bahwa betapa sungguh istimewanya bulan ini terkadang menyesatkan, sehingga masih sering terlarut dalam urusan duniawi, dan tak meresapi dengan penuh adanya tamu agung itu. <em>Insya Allah</em> masih diberi kesempatan untuk Ramadhan-ramadhan berikutnya, dan menempa iman lebih baik lagi.</p>
<p>Dan tak terasa kini bilangan hari telah menginjak angka 29 Ramadhan. <strong>Para Pencari Tuhan jilid 3</strong> (yang ini tontonan favorit keluarga) pun sudah memasuki episode terakhirnya hari ini. Dengan siapa Azzam akan menjadi; apakah Ayya atau Khalila, sedikit jadi bahan perbincangan juga. Hehehe.</p>
<p>Ramadhan kali ini memang sudah di penghujungnya, dan jika boleh (dan semoga tidak) tak menjadi <em>riya</em>, ada ruang kesedihan di hati yang ingin menitikkan air mata. Beberapa hal pun datang meminta perhatian, termasuk perihal <em>mamak (om) </em>dan <em>unde (tante) </em>kami; dua sejoli yang saling mencintai itu. Keduanya sedang sakit saat ini, mohon didoakan untuk kesembuhannya. Lain kali kalau teringat akan saya ceritakan kisah mereka <img src='http://ipoet.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga, hadiah dan oleh-oleh dari Ramadhan ini dapat bertahan dan tak surut di hati ini. Dan semoga untuk kita semua, demikian pula adanya.</p>
<p>Selamat hari raya Idul Fitri 1430 Hijriah, dua tangan sepuluh jari saya terhatur mohon dimaafkan kesalahan saya lahir dan batin.</p>
<p><em>Akhirul kalam, taqabbalallahu minnaa wa minkum ajma&#8217;in, wa Ja&#8217;alanallahu minal &#8216;aaidina wal faaidzin.. Amiin, amin yaa rabbal &#8216;aalamiin&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipoet.net/ramadhan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

