Putra Nasution

Romantika Subuh

Menghambar,
indera pengecap tidak lagi berfungsi
mulut kering terlalu banyak berdoa
namamu berputaran tak menentu di udara

Berdebar,
jantung ini berdetak tak tentu irama
waktu memaksa darah berdesir
bayanganmu bertebaran dimana-mana

Melayang,
gravitasi menjadi alfa membunuh massa
tulang kulit daging hanyalah benda
untuk jiwa yang kini terbelah menjadi dua

Mengabur,
setiap pandangan mata adalah ilusi
tak ada yang nyata ketika kau tak ada
saraf optik tidak lagi bisa mencerna

Melambat,
detik berganti semaunya saja
berharap waktu memuai ketika berdua
mengusangkan semua teorema yang ada

Tersiksa,
tidur menjadi hal yang langka
tak berkutik sampai subuh menyapa
terlelap atau tidak sungguh tak berbeda

Menggila,
tak tentu jam ingin menyapa
seucap kata mengobati dahaga
nestapa diri yang ingin berjumpa

Membuta,
salah benar tak ada lagi bedanya
nalar terbunuh terlalap apinya
bahkan dusta pun baik adanya

Selamat datang lagi dan lagi, wahai asmara
adakah tuan mendengarkan hamba?
Inginnya hati ini merindu dengan biasa,
seperti pendosa yang mengharap surga

Putra Nasution
Medan, 2008/09/29 – 2:59 am

PS: Ini cuma berbicara tentang masa lalu. Jadi jangan tanya itu foto siapa ya :)



8 Dreams about “Romantika Subuh”

  1. lindaleenk Says:

    tadinya mo cie cie..
    ga tau nya masa lalu ya :|
    *pukpukputra*

  2. poetra Says:

    Kurang lebih, Lin..
    Gak terlalu kenapa-kenapa juga sih, udah hampir lupa juga, tapi selalu pingin posting ulang puisi ini :)

  3. galeshka Says:

    itu photo siapa bro?

  4. Juminten Says:

    baru ngeh kalo kamu pinter bikin puisi. :D
    wew… aku nyerah deh kalo disuruh bikin puisi.
    engg… tp kayaknya, isi puisinya itu loh…
    sepertinya kamu tersiksa sekali. :P
    atau aku yg salah tangkep? XD

  5. poetra Says:

    @galeshka:
    (taser) (taser) (taser)

    @Juminten:
    I once wrote, “Expectation is the most bitter happines..”
    Yang kutulis di atas itu, kurang lebih perasaan yang sama kalau aku sedang punya “rasa” itu.
    Tersiksa, tapi bahagia. Bahagia, tapi tersiksa.. :)

  6. za Says:

    aku suka puisi yang kayak tersiksa begini. And I’ve been also falling in love with a guy with a deep hurt past… and he writes words like you do

  7. Cocoret Says:

    bagus puisinya, mampir blog gw juga ya… cocoret dot kom

  8. andra Says:

    looks like you’re addicted to pain brow


Tell me your dream..

 



At A Glance

My name is Putra Nasution.
I am a newmedia developer,
blogger and musician, living
in Medan, Indonesia.

Contact me here, for anything. And yes, I am available for projects =)

Or you can just stalk me at :
Visit me on Friendster..  Visit me on Facebook..  Visit me on Technorati..  Visit me on Twitter..

 

Twittered

 

Add to Technorati Favorites

Powered by FeedBurner

Flickr

111098654312matesBergerak dan bersuaracuri-curiaudio workslove bizarre triangleslow motionsightspretenderoldfashionedlovestation

Others



 

ipoet.net is a valid xHTML and CSS site, powered by wordpress and hostemple

Copyright © Ilham Syahputra Nasution 2001 - 2009